Green Island Banyuwangi, Surga Tersembunyi dengan Panorama Bak Raja Ampat di Ujung Timur Jawa

salwa
salwa 7 Min Read
dok.travel.kompas.com

Destinasiindonesia.com – Banyuwangi seolah tidak pernah kehabisan cara untuk membuat orang jatuh cinta. Kabupaten di ujung timur Pulau Jawa ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan alam paling lengkap di Indonesia. Mulai dari gunung, hutan, hingga garis pantai yang panjang—semuanya berpadu menciptakan lanskap yang memikat. Namun, di antara sekian banyak destinasi wisata yang sudah lebih dulu populer, kini muncul satu nama baru yang perlahan mencuri perhatian para pelancong: Green Island.

Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, memang punya pesona alam yang luar biasa. Dari sekian banyak tempat wisata alam, salah satu tempat wisata yang belakangan ini sedang naik daun adalah Green Island. “Yang lagi rame sekarang di Green Island,” kata pemandu wisata di Banyuwangi bernama Agus Nursalim kepada Kompas.com melalui WhatsApp (31/1/2026).

Nama Green Island mungkin belum setenar destinasi lain di Banyuwangi seperti Kawah Ijen atau Pantai Pulau Merah. Namun, justru di situlah daya tariknya. Tempat ini masih tergolong “perawan”—belum terlalu ramai, belum terlalu tersentuh modernisasi, dan masih mempertahankan keaslian alamnya. Bagi para pencari ketenangan sekaligus petualangan, Green Island seperti sebuah rahasia yang perlahan mulai terbuka.

Lokasi Tersembunyi di Pesisir Selatan

Adapun lokasi Green Island tepatnya berada di Sumberagung, Kecamatan Pesanggrahan, pesisir selatan Kabupaten Banyuwangi. Letaknya yang berada di sisi selatan membuat kawasan ini langsung berhadapan dengan Samudra Hindia—lautan luas yang dikenal dengan ombaknya yang kuat sekaligus pemandangannya yang dramatis.

Berbeda dengan destinasi wisata yang mudah dijangkau kendaraan, perjalanan menuju Green Island justru menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri. Tidak ada jalan instan untuk sampai ke sana. Wisatawan harus melewati beberapa tahap perjalanan, mulai dari darat hingga laut, sebelum akhirnya tiba di lokasi.

Namun, justru karena aksesnya yang tidak mudah, Green Island mampu menjaga eksklusivitasnya. Alamnya tetap terjaga, suasananya masih alami, dan pengunjung bisa merasakan sensasi “escape” yang sesungguhnya—menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari.

Panorama yang Mengingatkan pada Raja Ampat

Salah satu alasan mengapa Green Island cepat menarik perhatian adalah karena keindahan panoramanya yang disebut-sebut mirip dengan Raja Ampat. Julukan ini tentu bukan tanpa alasan.

Pemandu wisata setempat bahkan membagikan video yang memperlihatkan gugusan pulau kecil yang tersebar di tengah laut. Dari sudut pandang tertentu, lanskap tersebut benar-benar menyerupai pemandangan khas Raja Ampat—dengan pulau-pulau hijau yang muncul dari permukaan laut biru.

Agus membagikan kepada Kompas.com video yang menampilkan keindahan panorama di Green Island. Dalam videonya, tampak pemandangan pulau-pulau kecil di lautan yang sekilas mirip Raja Ampat.

Pemandangan ini tidak bisa dinikmati begitu saja dari tepi pantai. Ada satu titik khusus yang menjadi “spot utama”, yaitu di puncak bukit. Dari sana, hamparan laut, pulau-pulau kecil, serta garis horizon terlihat begitu luas dan dramatis.

Perjalanan Mendaki yang Menjadi Bagian dari Cerita

Namun, untuk mencapai puncak tersebut, wisatawan harus sedikit berusaha. Tidak ada lift, tidak ada kendaraan, hanya jalan setapak yang harus dilalui dengan berjalan kaki.

Adapun spot panorama Green Island tersebut berada di puncak bukit. Wisatawan harus mendaki untuk bisa sampai ke sana. “Hiking bukit sekitar 500 meter,” kata dia.

Jarak 500 meter mungkin terdengar tidak terlalu jauh, tetapi medan yang dilalui cukup menantang. Jalur trekking berupa tanah, bebatuan, serta tanjakan yang cukup curam di beberapa titik. Namun, semua itu seakan terbayar lunas ketika sampai di atas.

Angin laut yang berhembus kencang, suara ombak dari kejauhan, serta pemandangan yang terbuka luas menciptakan pengalaman yang sulit digambarkan dengan kata-kata. Banyak wisatawan yang menyebut momen ini sebagai salah satu highlight perjalanan mereka di Banyuwangi.

Akses yang Tidak Biasa, Tapi Justru Menarik

Jika ingin berkunjung ke Green Island, wisatawan tidak bisa langsung menjangkaunya naik kendaraan bermotor. Inilah yang membuat perjalanan terasa lebih petualangan.

Cara ke Green Island Banyuwangi Jika ingin berkunjung ke Green Island, wisatawan tidak bisa langsung menjangkaunya naik kendaraan bermotor. Wisatawan harus menyeberangi laut naik perahu dari Pantai Mustika Pancer.

Pantai ini menjadi titik awal perjalanan laut menuju Green Island. Lokasi ini sama jika kamu ingin pergi ke Pulau Bedil—salah satu destinasi lain yang juga cukup populer di Banyuwangi.

Dari pantai, wisatawan akan menaiki perahu kecil yang disiapkan oleh warga setempat. Perjalanan ini bukan hanya sekadar transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata itu sendiri.

“Nantinya akan ada perahu wisata yang akan mengantarkan wisatawan menuju kawasan pantai untuk mendaki ke bukit di Green Island. “Waktu tempuh naik perahu sekitar 15 menit,” ujar Agus.”

Selama perjalanan, wisatawan akan disuguhi pemandangan laut lepas dengan ombak yang berirama. Jika beruntung, sesekali bisa melihat burung laut atau bahkan biota laut di permukaan air.

Biaya yang Masih Terjangkau

Meski menawarkan pengalaman yang terbilang eksklusif, biaya untuk mengunjungi Green Island masih relatif terjangkau.

Adapun tarif perahu paling murah adalah Rp 125.000 per orang jika jumlah rombongan 5 orang atau lebih.

Harga ini sudah termasuk perjalanan pulang-pergi menggunakan perahu. Jika dibandingkan dengan pengalaman yang didapatkan—mulai dari perjalanan laut, trekking, hingga panorama yang luar biasa—biaya tersebut terasa cukup sepadan.

Bahkan, bagi sebagian orang, Green Island justru menjadi alternatif wisata alam dengan “rasa premium” namun harga yang masih ramah di kantong.

Potensi Wisata yang Terus Berkembang

Popularitas Green Island yang mulai meningkat menunjukkan bahwa Banyuwangi masih memiliki banyak “hidden gem” yang belum sepenuhnya terekspos. Pemerintah daerah dan masyarakat setempat pun mulai melihat potensi ini sebagai peluang untuk mengembangkan sektor pariwisata.

Namun, di sisi lain, ada tantangan yang perlu diperhatikan. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, menjaga kelestarian alam menjadi hal yang sangat penting. Green Island memiliki daya tarik justru karena keasriannya. Jika tidak dijaga dengan baik, pesona tersebut bisa perlahan memudar.

Oleh karena itu, konsep wisata berkelanjutan menjadi kunci. Wisatawan diharapkan tetap menjaga kebersihan, tidak merusak lingkungan, serta menghormati aturan yang berlaku di kawasan tersebut.

Share This Article