Destinasiindonesia.com –Ketika mendengar kata “Afrika Utara”, banyak orang langsung membayangkan gurun Sahara yang luas, kota-kota kuno, serta jejak peradaban Islam yang megah. Namun, jarang sekali kita menyadari bahwa wilayah ini juga menyimpan banyak situs bersejarah dunia, arsitektur megah, serta budaya Islam yang masih terjaga hingga kini.
Di negeri ini, Anda bisa menjelajahi dua negara yang kaya sejarah dan budaya: Aljazair (Algeria) dan Tunisia. Perjalanan ini tidak hanya memberikan pengalaman berwisata, tetapi juga sarat dengan nilai spiritual, karena konsepnya adalah Muslim Friendly Tour.
Mengapa Liburan Halal ke Tunisia?
Pernahkah Anda membayangkan berjalan-jalan di antara rumah-rumah bercat putih dan biru yang indah di tepi laut Mediterania, lalu sore harinya menunggang unta menyusuri hamparan pasir Sahara yang tak berujung? Atau singgah di sebuah masjid tua yang pernah menjadi pusat ilmu Islam, di mana para ulama besar dulu menimba ilmu? Semua itu bisa Anda temukan di Tunisia, sebuah negara kecil di Afrika Utara yang sering luput dari daftar liburan banyak orang Indonesia.
Bagi seorang Muslim, Tunisia adalah destinasi yang “ramah hati”. Kenapa? Karena hampir di setiap sudut kota, Anda akan menemukan jejak Islam yang masih hidup, kuliner halal yang menggugah selera, serta keramahan penduduk lokal yang membuat siapa pun betah berlama-lama.
Tunisia, Jendela Islam di Afrika Utara
Banyak yang belum tahu, Tunisia adalah salah satu pusat penyebaran Islam di masa lampau. Kota Kairouan bahkan dijuluki kota suci keempat umat Islam, setelah Mekkah, Madinah, dan Yerusalem. Di sana berdiri Masjid Agung Kairouan, masjid tertua di Afrika Utara yang usianya lebih dari 1.300 tahun. Berada di dalam masjid ini rasanya seperti menapaki jejak para ulama terdahulu.

Selain itu, Tunisia juga menawarkan keindahan alam yang kontras. Di satu sisi ada pantai Mediterania dengan air laut biru berkilau, seperti yang bisa Anda lihat di Sidi Bou Said—desa cantik dengan rumah bercat biru-putih yang sering disebut “Santorini versi Tunisia”. Di sisi lain, ada Douz, gerbang menuju gurun Sahara, tempat Anda bisa merasakan sensasi naik unta atau jeep safari melintasi bukit pasir keemasan.
Dan jangan lupakan Matmata, desa unik di mana penduduknya membangun rumah gua di bawah tanah untuk bertahan dari panas gurun. Tempat ini bahkan sempat dijadikan lokasi syuting film Star Wars.