Pesona Great Wall of China, Destinasi Ikonik yang Wajib Dikunjungi Saat ke Beijing

salwa
salwa 5 Min Read
dok. Foto: istimewa

Destinasiindonesia.com – Ada beberapa tempat di dunia yang mampu membuat seseorang terpukau bahkan sebelum menginjakkan kaki di sana. Tembok Besar China atau Tembok Besar China adalah salah satunya. Dari foto-foto yang beredar hingga cerita para pelancong, bangunan raksasa ini selalu berhasil menghadirkan rasa takjub. Berdiri kokoh selama berabad-abad, Tembok Besar Tiongkok bukan hanya simbol kejayaan peradaban Tiongkok, tetapi juga menjadi salah satu keajaiban dunia yang terus menarik jutaan wisatawan setiap tahunnya.

Membentang sepanjang 8.851 kilometer melintasi tujuh wilayah, yakni Beijing, Tianjin, Hebei, Shanxi, Shaanxi, Ningxia, dan Gansu, tembok ini melintasi berbagai lanskap alam mulai dari pegunungan, lembah hijau, hingga kawasan gurun yang luas. Besarnya skala pembangunan tersebut membuat banyak orang sulit membayangkan bagaimana proyek raksasa ini dapat diwujudkan di masa lampau.

Tak heran jika UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia yang memiliki nilai sejarah dan budaya luar biasa.

Gerbang Wisata Dunia di Sekitar Beijing

Bagi wisatawan internasional, terutama yang pertama kali berkunjung ke Tiongkok, kawasan sekitar Beijing menjadi titik awal paling populer untuk menjelajahi Tembok Besar Tiongkok. Dari ibu kota tersebut, beberapa bagian tembok dapat dijangkau dengan perjalanan darat dalam waktu yang relatif singkat.

Badaling menjadi bagian yang paling terkenal dan paling banyak dikunjungi wisatawan. Berjarak sekitar 70 kilometer dari Beijing, kawasan ini menawarkan fasilitas lengkap seperti museum, pusat informasi, hingga toko suvenir. Namun popularitasnya membuat kawasan ini sangat ramai, bahkan dapat menerima puluhan ribu pengunjung dalam sehari.

Bagi wisatawan yang menginginkan suasana lebih nyaman, Mutianyu sering menjadi pilihan favorit. Lokasinya juga sekitar 70 kilometer dari Beijing, tetapi menawarkan pemandangan pegunungan yang lebih asri dan jumlah pengunjung yang relatif lebih sedikit. Kehadiran kereta gantung membuat perjalanan menuju bagian atas tembok menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Sementara itu, Juyongguan menjadi opsi menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati nilai sejarah yang kuat. Lokasinya paling dekat dengan Beijing, namun jalur pendakiannya cukup menantang dan dapat memakan waktu hingga beberapa jam.

Surga bagi Pecinta Alam dan Hiking

Tidak semua orang datang ke Tembok Besar China hanya untuk berfoto. Banyak wisatawan yang sengaja memilih kawasan Jinshanling karena menawarkan pengalaman hiking yang lebih autentik.

Berjarak sekitar 135 kilometer dari Beijing, kawasan ini terkenal dengan panorama pegunungan yang memukau dan suasana yang lebih tenang dibandingkan lokasi wisata populer lainnya. Jalur tembok yang berkelok mengikuti kontur perbukitan menciptakan pemandangan spektakuler yang sulit ditemukan di tempat lain.

Bagi pencinta petualangan, berjalan berlari melewati anak tangga batu yang telah berusia ratusan tahun memberikan sensasi tersendiri. Setiap menara pengawas yang dilewati seolah membawa pengunjung kembali ke masa ketika tembok ini berfungsi sebagai benteng pertahanan kerajaan.

Menikmati Tembok Besar di Malam Hari

Salah satu pengalaman paling unik dapat ditemukan di kawasan Simatai. Bagian ini dikenal sebagai satu-satunya kawasan Tembok Besar Cina yang dibuka untuk kunjungan malam hari.

Saat matahari terbenam dan lampu-lampu mulai menyala, suasana berubah menjadi jauh lebih dramatis. Cahaya yang keluar dari jalur tembok menciptakan pemandangan yang romantis sekaligus megah. Dari atas tembok, pengunjung dapat menikmati panorama malam pegunungan yang tenang dan berbeda dari keramaian kota besar.

Meski akses menuju Simatai cukup jauh dan lebih terbatas, pengalaman yang ditawarkan menjadi alasan banyak wisatawan rela menempuh perjalanan tambahan.

Tips Menikmati Perjalanan dengan Nyaman

Mengunjungi Tembok Besar China memerlukan persiapan yang cukup karena sebagian besar area memiliki jalur pendakian yang menantang. Tiket masuk umumnya berada di kisaran 50 RMB atau sekitar Rp100.000 per orang. Bagi yang ingin menghemat tenaga, tersedia fasilitas kereta gantung dengan biaya sekitar 70 RMB untuk perjalanan naik atau turun.

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim semi, sekitar bulan Maret hingga Mei, atau musim gugur pada bulan September hingga Oktober. Pada periode tersebut cuaca cenderung lebih sejuk sehingga aktivitas berjalan kaki menjadi lebih nyaman.

Wisatawan juga disarankan membawa air minum, topi, serta tabir surya untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari. Menghindari kunjungan saat akhir pekan atau musim panas juga menjadi pilihan bijak agar pengalaman menjelajahi salah satu keajaiban dunia ini terasa lebih menyenangkan.

Lebih dari sekedar destinasi wisata, Tembok Besar China adalah simbol ketekunan manusia dalam membangun sesuatu yang mampu bertahan sepanjang zaman. Setiap batu yang tersusun di sepanjang jalurnya menyimpan kisah sejarah, perjuangan, dan warisan budaya yang terus menginspirasi dunia hingga hari ini.

Share This Article