Destinasi indonesia – Menjelajahi Bali kini tak lagi harus bergantung pada kendaraan sewa. Kehadiran Bus Trans Metro Dewata (TMD) menawarkan alternatif transportasi umum yang nyaman sekaligus ramah di kantong untuk mengunjungi berbagai destinasi wisata populer di Pulau Dewata.
Dengan tarif reguler hanya Rp4.400 per perjalanan, wisatawan dapat menikmati pengalaman berkeliling Bali dengan ritme yang lebih santai. Menariknya, sejumlah objek wisata berada tidak jauh dari halte maupun sentral parkir TMD, sehingga cukup ditempuh dengan berjalan kaki beberapa menit tanpa perlu mengeluarkan biaya transportasi tambahan.
Berikut lima destinasi wisata di Bali yang mudah dijangkau menggunakan Bus Trans Metro Dewata.
1. Monumen Bajra Sandhi, Wisata Sejarah di Jantung Denpasar
Bagi pencinta wisata sejarah, Monumen Bajra Sandhi menjadi salah satu tujuan yang mudah diakses menggunakan TMD. Wisatawan dapat menaiki Koridor 3 dan turun di Halte Bajra Sandhi Renon, kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju kawasan monumen.
Monumen ini dibangun sebagai simbol perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Di dalamnya terdapat berbagai diorama yang menggambarkan perjalanan sejarah Pulau Dewata. Sementara dari bagian puncak monumen, pengunjung dapat menikmati panorama Kota Denpasar dari ketinggian.
Setelah berkeliling, wisatawan juga bisa bersantai di kawasan Lapangan Niti Mandala Renon yang dikenal rindang dan nyaman.
2. Pantai Matahari Terbit, Tempat Favorit Menikmati Sunrise
Ingin menikmati suasana pagi khas Bali? Pantai Matahari Terbit bisa menjadi pilihan.
Destinasi ini dapat dijangkau dengan turun di Halte Pantai Matahari Terbit yang berada di kawasan Pelabuhan Sanur. Dari halte, wisatawan hanya perlu berjalan kaki hingga mencapai bibir pantai.
Pantai ini dikenal sebagai salah satu lokasi terbaik untuk menikmati matahari terbit. Ombaknya relatif tenang, dilengkapi jalur pedestrian di sepanjang pesisir, serta deretan kafe dan restoran yang cocok untuk bersantai sambil menikmati kuliner dengan panorama laut.
3. Kawasan Heritage Gajah Mada, Menyusuri Jejak Kota Tua Denpasar
Bagi yang ingin menikmati nuansa sejarah perkotaan, Kawasan Heritage Gajah Mada menjadi destinasi menarik.
Wisatawan dapat menggunakan bus TMD dan turun di halte depan Pura Puseh Denpasar di Jalan Gajah Mada. Dari titik tersebut, perjalanan dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri kawasan kota tua yang dipenuhi bangunan bersejarah dan pusat perdagangan.
Selain menikmati suasana klasik, pengunjung juga dapat mampir ke Pasar Badung, menikmati kopi di berbagai kafe, hingga berjalan kaki menuju Lapangan Puputan Badung dan Museum Bali.
4. Monkey Forest Ubud, Menikmati Alam Hijau dan Satwa Liar
Suasana hijau khas Ubud juga dapat dinikmati tanpa harus menyetir sendiri.
Melalui Koridor 4 Trans Metro Dewata, wisatawan dapat turun di Sentral Parkir Monkey Forest Ubud, lalu berjalan kaki menuju kawasan wisata tersebut.
Monkey Forest Ubud merupakan kawasan konservasi sekaligus kompleks pura yang menjadi habitat lebih dari seribu ekor monyet ekor panjang. Selain berinteraksi dengan satwa, pengunjung dapat menikmati jalur pejalan kaki yang rindang serta mengunjungi berbagai kafe, restoran, maupun toko suvenir di sekitar kawasan wisata.
5. Pantai Mengiat, Pantai Tenang di Kawasan Nusa Dua
Pilihan berikutnya adalah Pantai Mengiat yang berada di kawasan InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Nusa Dua.
Destinasi ini dapat dicapai menggunakan Koridor 6 dengan turun di Sentral Parkir ITDC. Dari sana, wisatawan hanya perlu berjalan kaki beberapa menit menuju pantai.
Pantai Mengiat menawarkan hamparan pasir putih dengan ombak yang relatif tenang sehingga cocok untuk bersantai maupun bermain air. Kawasan ini juga telah dilengkapi berbagai fasilitas umum seperti toilet, jalur pejalan kaki, hingga restoran.
Wisata Hemat Sekaligus Dukung Transportasi Publik
Keberadaan Bus Trans Metro Dewata memberikan pilihan baru bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Bali dengan biaya lebih terjangkau. Mulai dari kawasan Sanur, pusat Kota Denpasar, Ubud, hingga Nusa Dua, berbagai destinasi kini dapat diakses dengan kombinasi perjalanan menggunakan bus dan berjalan kaki.
Selain membantu menghemat biaya perjalanan, cara ini juga menghadirkan pengalaman menikmati Bali dengan suasana yang lebih santai sekaligus mendukung penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.