Dari Warung Desa ke Dunia Digital, Kisah Isna yang Menginspirasi UMKM

salma
salma 7 Min Read
dok. rri.co.id

Matahari menggantung tinggi di langit Lombok Timur, memancarkan terik yang menyelimuti Desa Setanggor. Di tengah suasana siang yang hangat itu, aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa. Namun, di sudut desa, terdapat sebuah kisah sederhana yang mencerminkan perubahan besar—kisah tentang ketekunan, adaptasi, dan harapan baru di era digital.

“MATAHARI menggantung tinggi di langit Lombok Timur, memancarkan terik yang menyelimuti Desa Setanggor. Di tengah suasana siang yang hangat itu, Isnawati Kamariah tetap berdiri di balik warung sederhananya, menyambut siapa saja dengan senyum yang tak pernah pudar.”

Perempuan yang akrab disapa Isna ini merupakan gambaran nyata pelaku usaha kecil yang gigih. Warung kecil miliknya mungkin tampak sederhana, namun di balik etalase yang berisi buah-buahan segar dan aneka makanan ringan, tersimpan cerita perjuangan yang tidak biasa. Ia menjalani hari-harinya dengan penuh ketekunan, melayani setiap pembeli dengan ramah dan tulus.

“Perempuan yang akrab disapa Isna itu menjalani hari-harinya dengan penuh ketekunan. Buah-buahan segar dan aneka makanan ringan tersusun rapi di etalase kecil miliknya, menjadi saksi perjuangan seorang pelaku usaha kecil yang tak lelah beradaptasi dengan zaman.”

Hari Rabu, 22 April 2026, menjadi momen yang sedikit berbeda bagi Isna. Warungnya kedatangan tamu istimewa dari pemerintah pusat, sebuah kunjungan yang membawa cerita baru sekaligus harapan.

“Rabu, 22 April 2026, menjadi hari yang sedikit berbeda bagi Isna. Warung kecilnya kedatangan tamu istimewa, Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital, Alfreno Kautsar Ramadhan.”

Dengan penuh keramahan, Isna menyambut kedatangan tamunya tanpa rasa canggung. Sikap hangatnya mencerminkan karakter masyarakat desa yang terbuka dan bersahaja.

“Tanpa canggung, Isna menyambut dengan hangat, seolah menyapa pelanggan lama. “Silakan, Bapak,” ucapnya penuh semringah.
“Ya ampun, senang sekali. Mau belanja apa?””

Kesederhanaan tidak pernah mengurangi kualitas layanan yang ia berikan. Justru, di situlah letak kekuatan Isna—ketulusan dalam melayani setiap pembeli.

“Kesederhanaan tak pernah mengurangi ketulusan layanan Isna. Di tengah keterbatasan yang ada, ia tetap melayani dengan sepenuh hati.
Ramah, sigap, dan penuh semangat. Bagi Isna, setiap pembeli adalah rezeki yang patut dihargai.”

Di sela aktivitasnya, Isna mulai bercerita tentang perubahan besar yang ia rasakan dalam cara berdagang. Jika dulu ia harus berkeliling atau menawarkan dagangan secara langsung, kini semuanya berubah berkat kehadiran teknologi.

“Percakapan pun mengalir ringan. Di sela aktivitasnya, Isna bercerita tentang perubahan besar dalam cara ia berdagang.
Dulu, ia harus berkeliling atau berseru menawarkan dagangan. Kini, teknologi menghadirkan cara baru yang lebih efektif dan menjangkau lebih luas.”

Kemajuan teknologi, khususnya internet, telah membuka peluang baru yang sebelumnya sulit dibayangkan oleh pelaku usaha kecil di desa.

““Sekarang bisa live di Facebook. Jadi lebih gampang. Dulu tidak terpikir bisa jualan seperti ini,” katanya bertutur.”

Pernyataan ini menggambarkan betapa besar dampak digitalisasi terhadap UMKM. Dengan hanya menggunakan ponsel dan koneksi internet, Isna kini mampu menjangkau pelanggan lebih luas tanpa harus meninggalkan warungnya.

Kehadiran internet di Desa Setanggor menjadi titik balik penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Tidak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga memperluas akses pasar bagi pelaku usaha kecil.

“Akses internet yang kini hadir di Desa Setanggor membawa warna baru dalam kehidupan ekonomi warga. Tak hanya mempermudah komunikasi, tetapi juga membuka peluang usaha yang sebelumnya terasa jauh.”

Perubahan lain yang juga terasa adalah dalam sistem pembayaran. Kini, transaksi tidak lagi terbatas pada uang tunai.

“Saat ditanya mengenai transaksi, Isna dengan cekatan menunjukkan bahwa pembeli kini dapat membayar menggunakan QRIS. Sebuah perubahan sederhana, namun bermakna besar bagi pelaku UMKM di desa.”

Momen kunjungan tersebut ditutup dengan suasana hangat yang penuh keakraban.

“Usai bertransaksi, momen hangat pun tercipta. Isna dengan antusias meminta berfoto bersama, yang disambut ramah oleh Alfreno, mengabadikan pertemuan singkat yang penuh kesan.”

Di balik perubahan yang dirasakan Isna, terdapat peran besar pemerintah melalui program Kampung Internet. Program ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses digital.

“Kehadiran internet di desa tersebut merupakan bagian dari program Kampung Internet yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Digital. Program ini dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM di berbagai daerah.”

Program ini tidak hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi juga membuka peluang baru bagi masyarakat desa untuk berkembang.

“Alfreno mengaku terkesan dengan perkembangan yang ia saksikan secara langsung. Menurutnya, potensi UMKM di wilayah ini tumbuh lebih cepat dari yang dibayangkan, khususnya di Desa Setanggor dan Desa Jeruk Manis.
“Program Kampung Internet ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mencapai target RPJMN, terutama dalam perluasan cakupan fixed broadband. Ditargetkan pada 2029, sebanyak 90 persen kecamatan di Indonesia sudah terlayani,” ujarnya.”

Untuk memastikan keberlanjutan program, pemerintah bahkan memberikan dukungan pembiayaan akses internet dalam jangka waktu tertentu.

“Untuk mendukung keberlanjutan program, pemerintah turut menanggung biaya akses internet selama enam bulan hingga satu tahun sejak peluncuran pada September 2025.
Direktur Akselerasi Infrastruktur Digital Komdigi, Mulyadi, menjelaskan bahwa dukungan tersebut disesuaikan dengan kebijakan di masing-masing wilayah. “Pembiayaan diberikan selama enam bulan sampai satu tahun, tergantung kebijakannya,” kata Mulyadi.”

Prioritas juga diberikan kepada desa-desa yang memiliki potensi ekonomi, meskipun belum terjangkau jaringan fiber optik.

“Ia menambahkan, desa yang belum terjangkau jaringan fiber optik namun memiliki potensi ekonomi akan diprioritaskan. Perioritas untuk pembangunan jaringan melalui kerja sama dengan penyedia layanan internet.”

Lebih dari sekadar teknologi, internet kini menjadi jembatan yang menghubungkan harapan dengan peluang.

“Lebih dari sekadar koneksi, internet kini menjadi denyut baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menghubungkan harapan dengan peluang, mempertemukan usaha kecil dengan pasar yang lebih luas.”

Bagi Isna, perubahan ini bukan hanya soal cara berdagang, tetapi tentang masa depan yang lebih cerah.

“Bagi Isna, perubahan ini bukan hanya tentang cara berjualan, melainkan tentang membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Dari warung kecil di sudut desa, ia kini menatap masa depan dengan keyakinan, bahwa dengan akses yang terbuka, mimpi pun kian dekat untuk digapai.”

Kisah Isna menjadi bukti bahwa dengan akses yang tepat, pelaku UMKM di desa pun mampu bertransformasi dan bersaing di era digital.

Share This Article