Destinasiindonesia.com – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar internasional. Salah satu langkah strategi yang dilakukan adalah menggelar rangkaian kegiatan Sales Mission di dua kota besar Tiongkok, yakni Shanghai pada 22 Mei 2026 dan Guangzhou pada 25 Mei 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan beragam destinasi unggulan Indonesia sekaligus mempererat hubungan bisnis antara pelaku industri pariwisata kedua negara.
“Sales Mission ini merupakan upaya Kementerian Pariwisata untuk memperkuat promosi Wonderful Indonesia di pasar Tiongkok sekaligus memperluas jejaring bisnis antara pelaku industri pariwisata kedua negara. Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia,” kata Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini.
Tawarkan Wisata Bahari hingga Wellness Tourism
Melalui kampanye Wonderful Indonesia bertajuk “Go Beyond Ordinary”, Kemenpar memperkenalkan berbagai destinasi favorit wisatawan mancanegara seperti Bali, Lombok, Surabaya, dan Jakarta.
Tak hanya itu, promosi juga menyoroti berbagai produk minat wisata khusus yang kini semakin diminati pasar global, mulai dari wisata kebugaran (wellnesstourism), wisata bahari, wisata budaya, hingga wisata berbasis alam.
Menurut Ni Made, kegiatan ini merupakan implementasi program unggulan Kemenpar dalam mendorong pariwisata berkualitas yang menawarkan pengalaman wisata lebih beragam dan bernilai tinggi.
Pertemukan Pelaku Industri Indonesia dan Tiongkok
Rangkaian Sales Mission menghadirkan sesi table top meeting dan networking session yang mempertemukan pelaku industri pariwisata Indonesia dengan para pembeli potensial dari Tiongkok.
Forum tersebut menjadi ruang untuk membangun kerja sama baru, memperluas jaringan bisnis, sekaligus membuka peluang transaksi yang lebih konkret bagi industri pariwisata kedua negara.
Pelaksanaan kegiatan ini juga didukung sejumlah mitra kolaborasi nasional seperti Papatonk, Milkita, Kapal Api, Indomie, dan Rusto’s Tempeh. Keterlibatan berbagai merek Indonesia tersebut menjadi bagian dari strategi pemasaran kolaboratif dalam memperkuat citra Indonesia di pasar internasional.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Shanghai dan KJRI Guangzhou sebagai mitra strategis dalam mempromosikan pariwisata Indonesia di Tiongkok.
Hasilkan Potensi Transaksi Ratusan Miliar Rupiah
Upaya promosi tersebut menunjukkan hasil yang menjanjikan. Sales Mission di Shanghai dan Guangzhou berhasil mencatat 12.336 calon pax.
Selain itu, kegiatan ini menghasilkan potensi transaksi sebesar 6,17 juta dolar AS atau setara dengan Rp 109,17 miliar, serta potensi devisa mencapai 14,96 juta dolar AS atau setara dengan Rp 264,8 miliar.
Capaian tersebut menampilkan besarnya minat pasar Tiongkok terhadap berbagai produk dan destinasi wisata Indonesia.
Tiongkok Tetap Jadi Pasar Prioritas
Kementerian Pariwisata menilai Tiongkok masih menjadi salah satu pasar wisatawan mancanegara paling potensial bagi Indonesia.
Sepanjang tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia mencapai 1.344.074 orang. Angka tersebut menempatkan Tiongkok sebagai penyumbang wisatawan mancanegara terbesar keempat setelah Singapura, Malaysia, dan India.
Pada tahun 2026, Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan Tiongkok berada di kisaran 1,559 juta hingga 1,726 juta wisatawan.
Hingga Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok telah mencapai 357.740 orang atau meningkat 25,1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebanyak 285.025 kunjungan.
Didukung Konektivitas Penerbangan yang Semakin Kuat
Meningkatnya kunjungan wisatawan Tiongkok juga didorong oleh semakin membaiknya konektivitas udara antara kedua negara. Shanghai dan Guangzhou saat ini menjadi dua kota utama yang berperan sebagai gerbang keberangkatan wisatawan menuju berbagai destinasi di Indonesia.
“Saat ini, penerbangan langsung dari berbagai kota di Tiongkok menuju destinasi di Indonesia seperti Bali, Jakarta, Surabaya, dan Manado terus menunjukkan perkembangan yang positif seiring meningkatnya permintaan perjalanan wisata ke Indonesia,” kata Made.
Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat dan dukungan konektivitas penerbangan yang semakin luas, Indonesia optimistis dapat menarik lebih banyak wisatawan Tiongkok sekaligus memperkuatnya sebagai destinasi unggulan di kawasan Asia.