Sektor pariwisata Jawa Tengah menunjukkan geliat pertumbuhan yang semakin menjanjikan. Melihat momentum tersebut, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) mengambil langkah strategis dengan memperluas perlindungan asuransi perjalanan dan kecelakaan diri bagi wisatawan.
Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama sekitar 20 biro perjalanan wisata di Jawa Tengah (Jateng), Askrindo menegaskan komitmennya dalam mendukung ekosistem pariwisata yang lebih aman dan berkelanjutan. Kerja sama ini difokuskan pada pemanfaatan produk Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident) serta Travel Insurance untuk memberikan perlindungan menyeluruh bagi wisatawan maupun pelaku usaha perjalanan.
Penandatanganan MoU dilaksanakan di Kantor Askrindo Cabang Semarang, melibatkan Askrindo Kantor Wilayah 3, Askrindo Cabang Semarang, serta biro travel dari berbagai daerah di Jateng. Masa kerja sama ini berlaku selama tiga tahun, terhitung sejak Februari 2026.
Menangkap Tren Positif Pariwisata Jawa Tengah
Kolaborasi ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai sekitar 53 juta orang. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat wisatawan terhadap berbagai destinasi di Jateng, mulai dari wisata alam, budaya, religi, hingga kuliner.
Tak hanya dari sisi kunjungan, sektor pariwisata juga mencatat pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) tertinggi sebesar 11,79 persen hingga triwulan III 2025. Artinya, pariwisata menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah yang signifikan.
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, menegaskan bahwa sinergi dengan biro perjalanan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
“Pariwisata Jawa Tengah punya potensi besar untuk terus tumbuh dan mendorong ekonomi daerah. Karena itu, lewat kolaborasi dengan biro travel, Askrindo ingin ikut mendukung perkembangan pariwisata Jawa Tengah dengan menghadirkan pelindungan asuransi, sehingga wisatawan bisa merasa lebih aman dan pelaku usaha pariwisata semakin percaya diri dalam mengembangkan layanannya,” ujar Budhi.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perlindungan asuransi bukan lagi sekadar produk tambahan, melainkan bagian penting dalam menciptakan rasa aman selama perjalanan.
Asuransi Jadi Standar Perjalanan Wisata
Branch Manager Class I Askrindo Semarang, Gami Aji Libraga, menyampaikan bahwa kerja sama ini menghadirkan solusi perlindungan risiko perjalanan, termasuk perlindungan kecelakaan diri dan biaya medis selama perjalanan.
Menurutnya, langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas layanan biro travel, tetapi juga memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap industri pariwisata Jawa Tengah.
“Kerja sama ini juga menjadi kelanjutan dalam menyediakan pelindungan asuransi wisata di Jawa Tengah, termasuk kolaborasi sebelumnya dengan Perum Perhutani dalam memberikan pelindungan wisata di wilayah Blora, Purwodadi, Kendal, dan Gundih,” jelas Gami.
Kolaborasi sebelumnya bersama Perum Perhutani menunjukkan bahwa model perlindungan wisata telah diimplementasikan di beberapa kawasan destinasi alam. Kini, cakupannya diperluas melalui kerja sama langsung dengan biro perjalanan.
Ke depan, Askrindo menargetkan perlindungan asuransi menjadi bagian integral dari paket perjalanan yang ditawarkan biro travel. Dengan demikian, wisatawan secara otomatis memperoleh jaminan keamanan serta mitigasi risiko selama berwisata, tanpa harus mengurus perlindungan tambahan secara terpisah.
Langkah ini dinilai relevan dengan tren perjalanan modern yang semakin mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan. Wisatawan kini tidak hanya mempertimbangkan destinasi, tetapi juga perlindungan terhadap risiko tak terduga seperti kecelakaan, gangguan kesehatan, atau kendala perjalanan lainnya.
Mendorong Industri Pariwisata yang Lebih Percaya Diri
Dengan adanya perlindungan asuransi yang terintegrasi dalam paket wisata, pelaku usaha perjalanan juga memperoleh nilai tambah. Mereka dapat menawarkan produk perjalanan yang lebih komprehensif, sekaligus meningkatkan kredibilitas di mata pelanggan.
Budhi kembali menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata.
“Kami ingin pelindungan asuransi menjadi standar dalam setiap perjalanan wisata, sehingga industri pariwisata dapat tumbuh lebih aman, berkelanjutan, dan terpercaya,” tutup Budhi.
Pernyataan tersebut mencerminkan visi jangka panjang Askrindo dalam membangun ekosistem pariwisata yang tangguh. Asuransi tidak lagi dipandang sebagai biaya tambahan, melainkan sebagai investasi perlindungan yang memberi rasa aman bagi semua pihak.
Menuju Pariwisata yang Aman dan Berkelanjutan
Kerja sama antara Askrindo dan 20 biro travel di Jawa Tengah menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri pariwisata nasional. Di tengah tingginya angka kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah, aspek perlindungan menjadi faktor krusial yang tidak bisa diabaikan.
Dengan masa kerja sama tiga tahun, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan standar baru dalam penyelenggaraan perjalanan wisata di Jateng. Jika berhasil diimplementasikan secara konsisten, bukan tidak mungkin model ini akan direplikasi di provinsi lain.
Pada akhirnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan, tetapi juga dari kualitas layanan dan rasa aman yang dirasakan wisatawan. Melalui sinergi ini, Askrindo menunjukkan perannya bukan hanya sebagai perusahaan asuransi, tetapi sebagai mitra strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah berbasis pariwisata.