KWT Maju Berkah: Bukti Perempuan Desa Mampu Perkuat Ekonomi Lokal

salma
salma 6 Min Read
dok. rri.co.id

Peran perempuan di desa kini semakin mendapat perhatian, terutama dalam upaya memperkuat ekonomi lokal dan menjaga ketahanan pangan keluarga. Melalui berbagai kegiatan produktif berbasis masyarakat, perempuan tidak hanya berkontribusi dalam urusan domestik, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan sekitarnya.

Keterlibatan perempuan desa berpotensi memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui kegiatan produktif berbasis masyarakat desa. Demikian disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melalui keterangannya pada Minggu 5 April 2026.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekonomi keluarga, terutama di wilayah pedesaan yang masih sangat bergantung pada sumber daya lokal. Dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar, perempuan desa dapat menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Salah satu contoh nyata dapat dilihat dari kegiatan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Berkah di Cilacap, Jawa Tengah. Kelompok ini menunjukkan bagaimana perempuan mampu mengelola sumber daya sederhana menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi.

“Mereka menunjukkan peran krusial perempuan dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.

Kegiatan utama yang dilakukan oleh kelompok ini adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk bercocok tanam. Meski terlihat sederhana, langkah ini memiliki dampak yang cukup besar bagi kehidupan sehari-hari. Dengan menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman pangan, keluarga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada pasar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.

Menurut Menteri, pemanfaatan pekarangan rumah untuk kegiatan pertanian akan membantu keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Ini sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga serta meningkatkan kemandirian pangan keluarga.

“Hasil kebun dapat dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga,” ujarnya. “Sehingga hal ini membantu mengurangi pengeluaran sekaligus meningkatkan kualitas asupan pangan.”

Selain memberikan manfaat secara ekonomi, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap kualitas gizi keluarga. Sayuran yang ditanam sendiri cenderung lebih segar dan bebas dari bahan kimia berlebihan, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.

Arifah menambahkan bahwa pengembangan pertanian skala rumah tangga melalui KWT juga menjadi ruang belajar yang penting bagi perempuan. Di dalam kelompok tersebut, para anggota dapat saling berbagi pengalaman, belajar teknik bertani yang lebih efektif, hingga mengelola hasil panen menjadi produk bernilai tambah.

“Upaya seperti ini perlu terus diperkuat agar perempuan memiliki akses dan kemampuan yang lebih besar,” ucapnya. Khususnya dalam mengelola sumber daya di sekitarnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berhenti pada kegiatan ekonomi semata, tetapi juga mencakup peningkatan kapasitas dan keterampilan. Dengan bekal tersebut, perempuan dapat lebih mandiri dan percaya diri dalam mengambil keputusan, baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat.

Lebih jauh, Menteri menilai bahwa penguatan peran perempuan di sektor pertanian rumah tangga dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga secara menyeluruh. Ketika perempuan memiliki akses dan kemampuan yang memadai, dampaknya akan dirasakan langsung oleh anggota keluarga lainnya.

“Dengan demikian, perempuan dapat berperan lebih optimal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujarnya.

Dukungan terhadap kegiatan ini juga datang dari pemerintah daerah. Pelaksana Tugas Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menyampaikan apresiasinya terhadap KWT Maju Berkah yang dinilai berhasil menjadi contoh pemberdayaan masyarakat berbasis desa.

Ia menilai bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Salah satu inovasi yang mulai dikembangkan adalah sektor perikanan sebagai sumber penghasilan tambahan.

“Selain mengelola kebun, komunitas ini juga mulai mengembangkan sektor perikanan sebagai sumber ekonomi tambahan,” ucapnya.

Pengembangan sektor perikanan ini menjadi langkah strategis untuk diversifikasi sumber pendapatan. Dengan adanya berbagai sumber ekonomi, masyarakat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk fluktuasi harga pangan maupun kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Ammy juga memperkirakan bahwa hasil panen dari sektor perikanan yang dikelola oleh kelompok tersebut cukup menjanjikan. “Ammy memperkirakan berat panen yang dihasilkan KWT tersebut mencapai 700 gram hingga satu kilogram per ekor.”

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga memiliki potensi komersial yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Jika dikelola dengan baik, hasil panen tersebut dapat dipasarkan dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi anggota kelompok.

Keberhasilan KWT Maju Berkah menjadi bukti bahwa pemberdayaan perempuan di desa memiliki dampak yang luas dan berkelanjutan. Dengan dukungan yang tepat, perempuan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.

Lebih dari itu, keterlibatan perempuan dalam kegiatan produktif juga memperkuat solidaritas sosial di tingkat desa. Melalui kerja sama dan gotong royong, mereka membangun komunitas yang lebih mandiri dan berdaya.

Ke depan, upaya seperti ini diharapkan dapat terus diperluas ke berbagai daerah lainnya. Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat, potensi ekonomi desa dapat berkembang lebih optimal, sekaligus menciptakan ketahanan pangan yang lebih kuat di tingkat keluarga maupun masyarakat.

Share This Article