Jumlah korban dalam peristiwa kebakaran di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) kawasan Cimuning, Kota Bekasi, terus mengalami pembaruan. Berdasarkan data terbaru dari pihak kepolisian, jumlah korban yang sebelumnya tercatat sebanyak 14 orang kini bertambah menjadi 17 orang. Perkembangan ini menunjukkan bahwa dampak dari insiden tersebut cukup serius dan membutuhkan perhatian intensif dari berbagai pihak.
Kapolres Metro Bekasi Kota, Kusumo Wahyu Bintoro, menyampaikan bahwa seluruh korban saat ini tengah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit yang tersebar di wilayah Bekasi. Penanganan medis dilakukan secara intensif mengingat sebagian korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi.
Menurut data yang dihimpun, para korban dirawat di tujuh rumah sakit berbeda. Penyebaran ini dilakukan untuk memastikan setiap korban mendapatkan penanganan yang optimal sesuai dengan kapasitas dan fasilitas masing-masing rumah sakit. Beberapa rumah sakit yang menangani korban di antaranya adalah Rumah Sakit Citra Arrafiq, RSUD Kabupaten Bekasi, RS Satria Medika, RS Unimedika, RSUD Kota Bekasi, RS Permata, serta RS Kartika Husada.
Pihak kepolisian juga memastikan telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah rumah sakit guna memantau kondisi korban. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab serta upaya memastikan bahwa para korban mendapatkan layanan medis yang memadai.
“Jumlah korban ini ada 17 orang. Memang luka bakar ada yang beberapa yang sampai di atas 50 persen,” kata Kusumo di RS Citra Arrafiq, Bekasi, Kamis, 2 April 2026.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa kondisi beberapa korban tergolong cukup serius, terutama bagi mereka yang mengalami luka bakar lebih dari setengah bagian tubuh. Penanganan terhadap luka bakar dengan tingkat tersebut tentu memerlukan perawatan khusus dan waktu pemulihan yang tidak singkat.
Sementara itu, dari sisi pemerintah daerah, perhatian terhadap korban juga ditunjukkan melalui kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kota Bekasi. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyatakan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas musibah yang terjadi, sekaligus untuk meringankan beban para korban dan keluarga. Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap korban mendapatkan pelayanan terbaik, mulai dari penanganan awal hingga proses pemulihan.
“Karena ini adalah musibah yang tidak bisa diperkirakan. Insya Allah semua korban itu akan menjadi tanggungan dari Pemerintah Kota Bekasi,” ujarnya.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi para korban dan keluarga, sehingga mereka dapat fokus pada proses penyembuhan tanpa harus memikirkan biaya pengobatan. Selain itu, langkah ini juga mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap keselamatan dan kesejahteraan warganya.
Berikut daftar nama 17 korban kebakaran SPBE Cimuning berdasarkan data terakhir.
RS Citra Arrafiq:
- Fajar Sidiq Budianto (luka bakar)
- Dimas Kurnianto (luka bakar)
- Sapta Prihantono (luka bakar 63%)
- Widaro (luka bakar)
- Aliyah Raisyah (balita, ob)
RSUD Kabupaten Bekasi:
- Aulia Putri Budiasih
- Adi Bagus Triono
RSUD Kabupaten Bekasi:
- Aulia Putri Budiasih
- Adi Bagus Triono
RS Satria Medika:
- Kosasih (luka bakar)
- Agustinus (luka bakar)
- Yakub (luka bakar)
RS Unimedika:
- Suyadi (luka bakar)
RSUD Kota Bekasi:
- Darmadi (luka bakar)
- Winarno (luka bakar)
RS Permata:
- Junipan (luka bakar)
- Syamsul Bahri (luka bakar)
RS Kartika Husada:
- Djaimun (luka bakar)
- Dimas Prayoga (luka bakar)
Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat penting akan risiko yang dapat terjadi di fasilitas penyimpanan dan distribusi energi seperti SPBE. Selain penanganan korban, investigasi terhadap penyebab kebakaran juga menjadi hal yang tidak kalah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Di tengah situasi ini, sinergi antara aparat kepolisian, tenaga medis, dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam menangani dampak dari peristiwa tersebut. Penanganan yang cepat dan terkoordinasi diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan korban sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar.
Lebih dari sekadar angka, setiap korban dalam peristiwa ini membawa cerita dan harapan untuk pulih. Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, menjadi hal yang sangat berarti dalam proses tersebut. Semoga seluruh korban dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas seperti sediakala.