Destinasiindonesia.com |-Rekomendasi wisata religi di Banten, ada banyak pilihannya. Daerah ini memiliki masjid bersejarah, hingga malam ulama besar. Banten, merupakan salah satu daerah yang memiliki sejarah Islam yang ada di Indonesia, yang menawarkan tempat wisata religi menarik. Sejumlah masjid di Banten, sudah berdiri ratusan tahun lalu, yang mencerminkan perjalanan panjang penyebaran Islam di Tanah Air.
Tak hanya menjadi destinasi perjalanan, wisata religi juga menghadirkan ruang perenungan. Mengunjungi situs-situs bersejarah Islam di Banten bukan sekadar agenda liburan, tetapi juga perjalanan batin—mengenal lebih dekat sejarah, menelusuri jejak para ulama dan sultan, serta menguatkan nilai spiritual, terutama menjelang Ramadan. Berikut sejumlah rekomendasinya.
1. Masjid Agung Banten Lama
![]()


Masjid Agung Banten Lama, berada di Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Tempat ini menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia.
Bangunannya didirikan pada abad ke-16 oleh Sultan Maulana Hasanuddin. Masjid ini, menjadi saksi bisu masa kejayaan Kesultanan Banten. Masjid Agung Banten Lama, punya arsitektur unik, yakni atap bertingkat lima dan menara dengan tinggi 24 meter.
Sebagai salah satu ikon religi di Provinsi Banten, masjid ini memiliki daya tarik yang tak lekang oleh waktu. Atapnya yang bertingkat lima menyerupai pagoda, memperlihatkan akulturasi budaya yang kuat antara Islam dan tradisi lokal. Desain tersebut konon terinspirasi dari arsitektur Tiongkok dan Jawa, mencerminkan keterbukaan Kesultanan Banten terhadap berbagai pengaruh budaya pada masanya.
Menara setinggi 24 meter yang berdiri kokoh di area kompleks juga menjadi ciri khas tersendiri. Dari kejauhan, siluet menara ini tampak menegaskan identitasnya sebagai pusat peradaban Islam di masa lampau. Dahulu, menara tersebut digunakan sebagai tempat azan sekaligus titik pengawasan wilayah sekitar.
Berada di kawasan Banten Lama, pengunjung tidak hanya dapat beribadah, tetapi juga menyusuri jejak sejarah. Lingkungan sekitar masjid menyimpan berbagai peninggalan Kesultanan Banten, mulai dari reruntuhan keraton hingga situs-situs bersejarah lainnya. Suasana religius terasa begitu kental, terlebih saat akhir pekan atau menjelang bulan suci, ketika peziarah dari berbagai daerah datang untuk berdoa dan mengenang sejarah perjuangan Islam di Nusantara.
2. Makam Sultan Maulana Hasanuddin

Sultan Maulana Hasanuddin berada di kompleks Masjid Agung Banten Lama. Tempat ini selalu ramai peziarah.
Sultan Maulana Hasanuddin merupakan pendiri Kesultanan Banten, yang juga dikenal sebagai penyebaran agama Islam di wilayah ini.
Sebagai tokoh sentral dalam sejarah Banten, Sultan Maulana Hasanuddin memiliki peran besar dalam memperluas pengaruh Islam di wilayah barat Pulau Jawa. Ia adalah putra dari Sunan Gunung Jati dan menjadi figur penting dalam berdirinya Kesultanan Banten pada abad ke-16.
Kompleks makamnya terletak tidak jauh dari bangunan utama Masjid Agung Banten Lama. Area ini tertata rapi dan senantiasa dijaga kesakralannya. Banyak peziarah datang untuk memanjatkan doa, mengenang perjuangan beliau, serta mengambil pelajaran dari perjalanan dakwah yang telah diwariskan.
Ziarah ke makam Sultan Maulana Hasanuddin bukan sekadar tradisi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap tokoh yang berjasa dalam membangun fondasi Islam di Banten. Di tempat ini, suasana khidmat begitu terasa. Lantunan doa, langkah pelan para peziarah, serta arsitektur klasik di sekitarnya menciptakan atmosfer yang menenangkan sekaligus menggetarkan.
Bagi sebagian orang, kunjungan ke makam ini menjadi momen refleksi diri. Mengingat kembali bagaimana perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan ajaran Islam dengan penuh keteguhan dan kebijaksanaan, menghadirkan kesadaran bahwa nilai-nilai keimanan perlu terus dijaga dan diwariskan.
3. Masjid Agung Ats-Tsauroh

Masjid Agung Ats-Tsauroh, dibangun pada 1870 silam. Lokasinya berada di pusat Kota Tangerang.
Masjid ini, mempunyai nilai sejarah yang tinggi dan menjadi pusat kegiatan keagamaan di Banten. Arsitekurnya bergaya klasik dengan sentuhan modern. (ant)
Sebagai salah satu masjid besar di Banten, Masjid Agung Ats-Tsauroh memiliki peran penting dalam aktivitas keagamaan masyarakat. Meski dibangun pada abad ke-19, masjid ini terus mengalami perawatan dan pengembangan, sehingga tetap megah dan representatif hingga saat ini.
Perpaduan gaya klasik dan modern terlihat jelas pada desain bangunannya. Pilar-pilar kokoh, kubah yang elegan, serta tata ruang yang luas membuat masjid ini nyaman untuk beribadah maupun mengikuti berbagai kegiatan keislaman. Di sinilah berbagai agenda keagamaan seperti pengajian, peringatan hari besar Islam, hingga kegiatan sosial masyarakat rutin diselenggarakan.
Letaknya yang strategis di pusat kota menjadikan masjid ini mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan. Saat waktu salat tiba, suasana di sekitar masjid berubah menjadi lebih syahdu. Aktivitas kota seakan melambat, memberi ruang bagi siapa saja untuk menenangkan diri dan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.
Menjadikan Wisata Religi sebagai Perjalanan Makna
Banten bukan sekadar destinasi, melainkan ruang belajar terbuka tentang sejarah Islam di Indonesia. Dari Masjid Agung Banten Lama yang sarat nilai historis, makam Sultan Maulana Hasanuddin yang penuh keteladanan, hingga Masjid Agung Ats-Tsauroh yang menjadi pusat spiritual masyarakat modern—semuanya menghadirkan pengalaman yang berbeda namun saling melengkapi.
Berwisata ke tempat-tempat religi, akan menambah wawasan sejarah dan menjadi momen refleksi diri menjelang Ramadan. Lebih dari itu, perjalanan ini mengajarkan bahwa warisan spiritual bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dihidupkan kembali dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan mengunjungi situs-situs tersebut, kita tidak hanya menapaki jejak masa lalu, tetapi juga merajut kesadaran baru tentang pentingnya menjaga nilai keimanan, toleransi, dan kebudayaan. Di setiap sudut Banten, tersimpan kisah yang mengingatkan bahwa sejarah dan spiritualitas selalu berjalan beriringan.