Destinasiindonesia.com|-Dinas Pariwisata Provinsi Banten menunjukkan dukungan nyata terhadap inisiatif Komunitas Peduli Sungai yang berupaya mengembangkan Kali Cibanten sebagai destinasi wisata edukasi berbasis lingkungan. Program ini dinilai sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendorong pariwisata berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian sungai.
Pengembangan Kali Cibanten sebagai objek wisata susur sungai tidak hanya bertujuan menambah daya tarik wisata, tetapi juga membawa misi edukatif yang kuat. Kegiatan ini mengajak masyarakat dan wisatawan untuk lebih mengenal fungsi sungai sebagai ekosistem alami, sumber kehidupan, serta bagian penting dari keseimbangan lingkungan. Dengan konsep wisata berbasis lingkungan, Kali Cibanten diharapkan mampu menjadi ruang pembelajaran sekaligus rekreasi yang bernilai.
Inisiatif tersebut dipandang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Provinsi Banten, khususnya di Kota Serang. Selama ini, pariwisata Banten masih identik dengan destinasi pantai. Kehadiran wisata susur sungai menjadi alternatif baru yang dapat memperkaya ragam pilihan wisata, sekaligus memperluas persebaran kunjungan wisatawan ke wilayah perkotaan dan sekitarnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, menyampaikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh Komunitas Peduli Sungai. Menurutnya, kegiatan yang digagas komunitas tersebut membawa dampak positif, baik dari sisi pariwisata maupun pelestarian lingkungan. Ia menilai bahwa gerakan ini tidak semata-mata dilandasi oleh kegemaran berolahraga air seperti rafting, tetapi juga mengandung visi jangka panjang untuk memulihkan fungsi sungai.
“Selain kecintaan komunitas terhadap rafting, sebenarnya ada misi bagaimana Kali Cibanten bisa kembali berfungsi sebagaimana awalnya,” ujar Eli, Sabtu 31 Jamuari 2026.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan wisata susur sungai bukan hanya soal aktivitas wisata, melainkan juga tentang upaya rehabilitasi lingkungan. Sungai yang bersih dan terjaga tidak hanya bermanfaat bagi wisatawan, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang menggantungkan hidupnya pada keberadaan sungai.
Lebih lanjut, Eli Susiyanti menilai bahwa konsep wisata susur sungai merupakan sebuah inovasi yang patut dikembangkan. Inovasi ini diyakini dapat memberikan warna baru dalam peta pariwisata Banten, terutama di Kota Serang yang selama ini belum terlalu dikenal dengan wisata berbasis alam sungai. Dengan adanya destinasi baru ini, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan selain mengunjungi kawasan pesisir.
“Mudah-mudahan ke depan semakin banyak komunitas yang peduli lingkungan, sehingga wisata di Banten lebih beragam,” katanya.
Harapan tersebut mencerminkan keinginan pemerintah daerah agar partisipasi masyarakat semakin meningkat dalam menjaga lingkungan. Peran komunitas dinilai sangat strategis karena mampu menjembatani kepentingan pemerintah dan masyarakat secara langsung, khususnya dalam hal pelestarian alam.
Untuk mendukung keberlanjutan program ini, Dinas Pariwisata Provinsi Banten berkomitmen melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Kerja sama lintas wilayah dinilai penting, mengingat pengelolaan sungai tidak dapat dilakukan secara parsial. Sungai merupakan ekosistem yang saling terhubung, sehingga membutuhkan penanganan terpadu dari berbagai pihak.
Selain itu, aspek edukasi kepada masyarakat menjadi perhatian utama. Pemerintah menilai bahwa kesadaran menjaga kebersihan sungai harus ditanamkan sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan. Tanpa dukungan masyarakat, upaya pemerintah dan komunitas tidak akan berjalan optimal.
“Kebersihan menjadi salah satu faktor kenyamanan wisatawan, selain keramahan, keberagaman budaya, dan destinasi. Ini menjadi PR bersama, bukan hanya pemerintah tetapi seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab kolektif. Sungai yang bersih tidak hanya meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi juga memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata yang ramah dan berkelanjutan.
Dukungan terhadap kegiatan Komunitas Peduli Sungai juga datang dari Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra Soni. Ia menyatakan bahwa kegiatan wisata susur sungai memiliki dampak positif yang luas, terutama dalam upaya mengatasi permasalahan lingkungan seperti sampah dan banjir. Menurutnya, keterlibatan keluarga menjadi kunci dalam membangun kesadaran lingkungan.
Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan PKK adalah melalui penguatan edukasi di lingkungan keluarga. Edukasi ini bertujuan membiasakan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke sungai. Dengan perubahan perilaku dari tingkat keluarga, diharapkan kualitas lingkungan sungai dapat terjaga secara berkelanjutan.
“Kegiatan ini juga membantu pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah dan banjir. Karena itu, kami sangat mengapresiasi,” pungkasnya.
Secara keseluruhan, pengembangan Kali Cibanten sebagai destinasi wisata edukasi berbasis lingkungan menunjukkan sinergi positif antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pariwisata, tetapi juga mengedepankan nilai pelestarian lingkungan dan edukasi publik. Dengan dukungan berkelanjutan dan partisipasi aktif seluruh pihak, Kali Cibanten berpotensi menjadi contoh sukses pengembangan wisata ramah lingkungan di Provinsi Banten.