NASA Pindahkan Roket SLS, Langkah Penting Menuju Misi Artemis III ke Bulan

salma
salma 5 Min Read
dok. rri.co.id

Upaya eksplorasi luar angkasa kembali menunjukkan perkembangan signifikan. Kali ini, NASA bersiap melakukan salah satu tahapan penting dalam rangkaian misi Artemis, yakni pemindahan bagian terbesar roket Space Launch System (SLS) yang akan digunakan untuk misi berawak berikutnya. Proses ini bukan sekadar pemindahan komponen, melainkan bagian krusial dari perjalanan panjang menuju ambisi besar manusia untuk kembali menginjakkan kaki di Bulan.

NASA akan memindahkan bagian terbesar roket Space Launch System (SLS) untuk misi berawak kedua Artemis. Pemindahan ini dilakukan dari fasilitas perakitan Michoud di New Orleans pada 20 April 2026 mendatang. Agenda ini menjadi penanda bahwa proyek Artemis terus bergerak maju sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Bagian yang dipindahkan bukanlah komponen kecil. Struktur ini mencakup sekitar empat perlima tahap inti roket, yang menjadi tulang punggung sistem peluncuran. Di dalamnya terdapat berbagai elemen penting seperti tangki hidrogen cair, tangki oksigen cair, intertank, serta forward skirt. Komponen-komponen tersebut memiliki fungsi vital dalam mendukung performa roket saat peluncuran nanti.

Tahap roket tersebut akan diangkut menggunakan kapal Pegasus menuju Kennedy Space Center di Florida, Amerika Serikat. Perjalanan ini menjadi bagian dari proses logistik yang dirancang secara matang, mengingat ukuran dan kompleksitas struktur yang dipindahkan. Selama proses pemindahan, awak media akan diberi kesempatan untuk mendokumentasikan momen ini.

Awak media juga diundang untuk mendengarkan keterangan dari pimpinan NASA dan mitra industry. Mereka akan berdialog dengan para ahli dan pihak terkait program Artemis. Hal ini menunjukkan bahwa NASA tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga berupaya membangun transparansi dan komunikasi publik terkait proyek besar ini.

Namun, kegiatan ini hanya terbuka bagi media Amerika Serikat yang telah mendaftar dan memperoleh akreditasi sebelumnya. Kebijakan ini diberlakukan untuk menjaga kelancaran serta keamanan selama proses berlangsung. Setelah tiba di Kennedy Space Center, pekerjaan belum selesai. Justru di lokasi inilah tahap lanjutan akan dilakukan.

Setibanya di Kennedy Space Center, tim teknis akan menyelesaikan proses integrasi dan pemasangan tahap inti. Tahap ini sangat menentukan karena melibatkan penyatuan berbagai komponen utama menjadi satu sistem utuh yang siap digunakan. Ketelitian dan presisi menjadi kunci utama dalam proses ini.

Kemudian, mereka akan menyerahkan tahap roket kepada program Exploration Ground Systems untuk persiapan perakitan dan peluncuran. Tahap ini merupakan bagian dari alur kerja yang telah terstruktur dalam program Artemis, di mana setiap tim memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing.

Sebagai bagian dari rangkaian persiapan, tahap mesin SLS untuk misi Artemis III sebelumnya telah dipindahkan ke Vehicle Assembly Building pada Juli 2025. Langkah ini menunjukkan bahwa proses pembangunan roket dilakukan secara bertahap dan terencana, sehingga setiap komponen dapat diuji dan dipastikan berfungsi dengan baik.

Sementara itu, empat mesin utama RS-25 dijadwalkan tiba dari Stennis Space Center paling lambat Juli 2026. Mesin ini merupakan salah satu komponen paling penting dalam sistem roket, karena berperan sebagai sumber tenaga utama saat peluncuran.

Diketahui, Roket SLS dengan empat mesin RS-25 mampu menghasilkan daya dorong lebih dari 2 juta pon. Angka ini menggambarkan kekuatan luar biasa yang dimiliki roket tersebut, sekaligus menjadi bukti kemajuan teknologi dalam bidang kedirgantaraan.

Roket ini akan digunakan untuk membawa astronaut dengan wahana Orion spacecraft dalam misi Artemis III. Misi ini menjadi salah satu tonggak penting dalam program eksplorasi luar angkasa NASA, karena melibatkan manusia secara langsung dalam perjalanan menuju Bulan.

Misi Artemis III sendiri dijadwalkan meluncur pada 2027, setelah keberhasilan uji terbang berawak Artemis II yang mengelilingi Bulan. Jika semua berjalan sesuai rencana, misi ini akan membuka jalan bagi pendaratan manusia di Bulan untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade terakhir.

Pembangunan dan perakitan tahap inti SLS merupakan hasil kolaborasi NASA. Badan ini menggandeng Boeing sebagai kontraktor utama serta L3Harris Technologies untuk mesin RS-25. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa proyek berskala besar seperti Artemis membutuhkan kerja sama lintas industri dan keahlian.

Melalui misi Artemis III, NASA akan menguji kemampuan rendezvous dan docking di orbit Bumi antara Orion dan wahana komersial. Pengujian ini sangat penting untuk memastikan bahwa berbagai sistem dapat bekerja secara sinkron dalam kondisi luar angkasa.

Misi ini akan menjadi bagian dari persiapan pendaratan manusia di Bulan pada 2028 mendatang. Dengan berbagai tahapan yang tengah dilakukan, NASA menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan ambisi tersebut.

Secara keseluruhan, pemindahan tahap inti roket SLS ini bukan hanya proses teknis semata, tetapi juga simbol kemajuan dan harapan dalam eksplorasi luar angkasa. Setiap langkah yang diambil menjadi bagian dari perjalanan besar umat manusia untuk kembali menjelajahi Bulan dan membuka peluang baru di masa depan.

Share This Article