Pemerintah Bangun Tambak Modern Ribuan Hektare, Sektor Perikanan Siap Melesat

salma
salma 6 Min Read
dok. rri.co.id

Destinasiindonesia.com |-Pemerintah terus memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional sekaligus sumber devisa negara. Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah mempersiapkan pembangunan sentra budidaya komoditas perikanan di berbagai wilayah Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden usai menghadiri kegiatan Panen Raya Udang di kawasan Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu, 23 Mei 2026. Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan komitmen pemerintah membangun proyek-proyek produktif yang mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ekspor nasional.

Menurut Prabowo, sektor budidaya perikanan memiliki potensi besar untuk mendukung kebutuhan protein masyarakat Indonesia sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui ekspor hasil laut ke pasar internasional.

“Kita mulai sekarang menambah, kita akan bangun proyek-proyek produktif yang menghasilkan protein dan untuk rakyat kita. Dan juga, untuk jual ke luar negeri supaya kita bisa dapat devisa,” kata Presiden Prabowo di Desa Tegalretno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah yang ingin menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, budidaya perikanan juga dipandang mampu meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Presiden menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan lahan dalam skala besar untuk mendukung pengembangan budidaya perikanan nasional. Luas kawasan yang dirancang bahkan mencapai ribuan hektare dan tersebar di sejumlah daerah strategis.

Salah satu kawasan yang kini menjadi perhatian utama adalah Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kabupaten Kebumen. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi sentra produksi udang modern yang mampu meningkatkan produktivitas perikanan nasional secara signifikan.

Dari total sekitar 100 hektare lahan yang tersedia di lokasi tersebut, saat ini sekitar 65 hektare telah berdiri dan beroperasi penuh sebagai kawasan budidaya udang tambak. Pemerintah menilai pengembangan kawasan ini menjadi langkah penting dalam mendorong modernisasi sektor budidaya perikanan di Indonesia.

Budidaya udang sendiri merupakan salah satu sektor perikanan dengan nilai ekonomi tinggi. Produk udang Indonesia selama ini memiliki permintaan besar di pasar internasional, sehingga penguatan produksi nasional diyakini dapat memberikan dampak positif terhadap penerimaan devisa negara.

Selain Kebumen, pemerintah juga tengah mempersiapkan pengembangan kawasan budidaya perikanan di beberapa daerah lain. Salah satunya berada di wilayah Waingapu, Nusa Tenggara Timur.

Presiden menyebut pemerintah sedang membangun kawasan budidaya seluas sekitar 2.000 hektare di Waingapu. Kawasan tersebut diharapkan mampu menjadi pusat produksi perikanan baru di wilayah timur Indonesia.

Tak hanya itu, pemerintah juga berencana mengembangkan budidaya perikanan di Gorontalo dengan luas sekitar 200 hektare. Pengembangan kawasan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerataan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di berbagai wilayah Indonesia.

“Kita sedang bangun di Wayangapu 2.000 hektare, juga akan bangun di Gorontalo 200 hektare. Di Jawa Barat, di Pantura 14.000 hektare, hanya disana ikan, di sini (Kebumen) Udang,” ujar Kepala Negara.

Dalam keterangannya, Presiden juga mengungkapkan rencana besar pemerintah membangun kawasan budidaya perikanan seluas 14.000 hektare di wilayah Pantai Utara atau Pantura Jawa Barat. Berbeda dengan Kebumen yang fokus pada budidaya udang, kawasan Pantura nantinya akan dikembangkan untuk budidaya berbagai jenis ikan.

Rencana tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun sentra produksi perikanan terpadu yang modern dan berorientasi ekspor. Dengan skala pengembangan yang besar, sektor ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Pemerintah menilai Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar karena didukung wilayah laut luas dan sumber daya alam melimpah. Namun selama ini, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, pembangunan kawasan budidaya modern menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan nasional. Selain meningkatkan hasil produksi, kawasan budidaya terintegrasi juga dinilai lebih efisien dari sisi pengelolaan, distribusi, hingga pengawasan kualitas hasil panen.

Sementara itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan atau KKP menyebut pembangunan tambak udang terintegrasi di Kebumen telah dimulai sejak Februari lalu. Proyek tersebut menjadi salah satu investasi besar pemerintah dalam pengembangan sektor perikanan nasional.

Menurut data KKP, nilai investasi pembangunan integrasi BUBK mencapai sekitar Rp7,2 triliun. Dengan investasi tersebut, kawasan budidaya udang di Kebumen ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 52.000 ton udang per tahun.

Target produksi tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang ingin dicapai pemerintah melalui pengembangan kawasan budidaya modern. Jika target terpenuhi, Indonesia diperkirakan dapat meningkatkan kapasitas ekspor hasil laut sekaligus memperkuat posisi sebagai salah satu negara produsen perikanan utama di dunia.

Selain aspek ekonomi, pengembangan budidaya perikanan juga diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan protein masyarakat. Pemerintah ingin memastikan masyarakat memiliki akses terhadap sumber pangan bergizi dengan harga yang lebih terjangkau.

Di sisi lain, pembangunan kawasan budidaya modern juga diharapkan mampu mendorong transfer teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor perikanan. Nelayan dan pelaku usaha perikanan nantinya diharapkan dapat mengadopsi sistem budidaya yang lebih modern, efisien, dan ramah lingkungan.

Dengan berbagai proyek strategis yang tengah dipersiapkan, pemerintah optimistis sektor perikanan Indonesia akan berkembang semakin pesat dalam beberapa tahun ke depan. Pengembangan sentra budidaya perikanan tidak hanya menjadi langkah memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga bagian dari upaya menjadikan Indonesia sebagai kekuatan maritim dunia.

Share This Article