7 Warung Makan Terdekat Menuju Alas Purwo, Wajib Disinggahi Sebelum Masuk Hutan

salwa
salwa 12 Min Read
dok.jatim.idntimes.com

Destinasiindonesia.com – Banyuwangi selalu punya cara tersendiri untuk membuat orang jatuh cinta. Bukan hanya karena Kawah Ijen yang mendunia atau garis pantainya yang memikat, tetapi juga karena sudut-sudut petualangan yang terasa begitu liar, sunyi, dan penuh kejutan. Salah satu tempat yang paling sering masuk daftar perjalanan para pencinta alam adalah Taman Nasional Alas Purwo, kawasan konservasi yang terkenal dengan hutan lebat, savana, pantai eksotis, hingga nuansa mistis yang sudah lama hidup dalam cerita masyarakat.

Namun, ada satu hal penting yang sering dianggap sepele oleh wisatawan, padahal justru sangat menentukan kenyamanan perjalanan: urusan perut sebelum masuk ke Alas Purwo.

Bila kamu punya rencana berwisata ke Taman Nasional Alas Purwo di Kabupaten Banyuwangi, pastikan sebelum masuk ke sana, perutmu terisi hingga kenyang. Sebab bila sudah masuk ke kawasan Taman Nasional, kamu hanya akan melihat hamparan hutan tanpa ada pedagang yang menjual makanan. Kalaupun ada, hanya makanan ringan di beberapa destinasi wisata.

Kalimat itu bukan sekadar saran biasa. Ia terdengar sederhana, tetapi menyimpan pesan yang sangat relevan bagi siapa saja yang hendak menjelajahi kawasan alam. Alas Purwo bukan tipe destinasi yang bisa diperlakukan seperti tempat wisata perkotaan. Begitu melewati gerbang masuk, suasana berubah total. Jalanan mulai dikelilingi pepohonan, sinyal kadang tidak stabil, dan pilihan makanan pun nyaris tidak ada. Yang tersisa hanya semesta hijau yang luas, suara angin, dan sensasi petualangan yang membuatmu seperti masuk ke dunia lain.

Karena itulah, sebelum mobil atau motor melaju lebih jauh ke dalam kawasan, banyak wisatawan memilih berhenti sejenak di warung-warung makan yang berada di jalur menuju Alas Purwo. Di sinilah perjalanan sesungguhnya dimulai: dari meja kayu sederhana, piring nasi hangat, sambal yang menggoda, dan aroma ikan bakar yang mengepul dari dapur.

Nah, ada sejumlah rekomendasi warung makan yang menjual ikan bakar, sate, ayam pedas, gulai, lalapan hingga nasi pecel di kawasan terdekat sebelum masuk ke Taman Nasional Alas Purwo.

Warung-warung ini mungkin tidak selalu tampil mewah. Tidak semuanya punya desain modern atau papan nama yang mencolok. Tetapi justru di situlah letak daya tariknya. Di tengah jalur menuju kawasan konservasi, tempat-tempat makan ini seperti oase kecil yang memberi tenaga, rasa hangat, sekaligus pengalaman kuliner khas lokal yang otentik.

Berikut 7 warung makan terdekat di jalur menuju Taman Nasional Alas Purwo terdekat.

1. Ikan Bakar Alas Purwo, singgah paling dekat sebelum masuk hutan

Kalau kamu ingin makan di titik yang benar-benar dekat dengan akses masuk kawasan, maka Ikan Bakar Alas Purwo bisa jadi pilihan pertama. Lokasinya berada di Jl. Pantai-Plengkung, Kaliagung, Kendalrejo, Tegaldlimo, dan tercatat buka setiap hari sekitar pukul 08.00–20.00 WIB. Warung ini beralamat di C9M4+8F5, Jl. Pantai-Plengkung, Kaliagung, Kendalrejo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi.

Ikan Alas Purwo menjadi lokasi terdekat yang bisa kamu datangi. Lokasinya berada di kawasan Kantor SPTN Wilayah Satu Taman Nasional Alas Purwo. Warung makan ini cocok buat kamu yang baru pulang atau berangkat menuju Alas Purwo.

Di sana, terdapat sejumlah menu seafood mulai dari ikan bakar kakap, kerapu, putihan, udang bakar, lobster, ikan goreng dan sup ikan. Bayangkan saja, sebelum masuk ke hamparan hutan, kamu sudah disambut aroma ikan bakar yang matang perlahan di atas bara. Rasanya seperti pembuka yang sempurna untuk sebuah perjalanan alam.

2. Warung Lincak Ikan Bakar, santai makan seafood di bawah rindang pepohonan

Tak jauh dari lokasi sebelumnya, ada Warung Lincak yang juga berada di kawasan Kaliagung, Kendalrejo, Tegaldlimo. Warung ini dikenal sebagai salah satu tempat makan yang cukup populer dengan rating tinggi dan kisaran harga ramah di kantong.

Selanjutnya, masih di kawasan Kantor SPTN Wilayah Satu Taman Nasional Alas Purwo, terdapat warung Lincak Ikan Bakar. Warung tersebut juga menyajikan berbagai menu seafood dengan harga yang ramah di kantong.

Beberapa di antaranya, sate gurita dijual Rp 45 ribu per porsi, cumi goreng tepung Rp 13.500 sampai tumis kangkung Rp 10 ribu per porsi. Menu lainnya juga ada udang bakar, cumi bakar, kerang bakar dan ikan sambal kemangi.

Yang membuat tempat ini terasa spesial bukan cuma makanannya, tetapi juga suasananya. Lebih enak lagi, warung ini menyediakan lokasi parkir yang luas di bawah rindang pepohonan, serta gazebo luas untuk tempat makan. Jadi, sebelum memasuki Alas Purwo yang identik dengan petualangan, kamu bisa duduk santai lebih dulu sambil menikmati semilir angin dan menu laut yang menggoda.

3. Ayam Pedas Mbak Ribut, sederhana tapi bikin kangen

Kalau lidahmu lebih akrab dengan rasa pedas yang nendang, maka Ayam Pedas Mba Ribut adalah nama yang sulit dilewatkan. Warung ini berada di kawasan Kaliwungu, Kedungwungu, Tegaldlimo, dengan jam buka sekitar pukul 07.00–18.00 WIB dan dikenal sebagai tempat makan murah meriah.

Selanjutnya, warung Ayam Pedas Mbak Ribut yang berada di Kawasan Pasar Kalipait dan Dam Buntung. Lokasi ini juga sangat dekat dengan kawasan Taman Nasional Alas Purwo.

Warung Ayam Pedas Mbak Ribut berada di jalan Sumberkepuh, Kaliwungu, Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo. Warung ini menjual menu khas nasi pecel ayam pedas. Kuah kental dan rasa pedas olahan Mbak Ribut sangat terkenal.

Meski warungnya sederhana, tapi banyak pelanggan yang datang ke sana. Lebih penting lagi, porsi yang disajikan sangat banyak untuk ukuran normal, sangat pas sebagai bekal sebelum masuk ke Alas Purwo. Ini tipe warung yang mungkin dari luar terlihat biasa saja, tetapi sekali makan, kamu langsung paham kenapa banyak orang rela mampir.

4. Warung Mak Jum, pilihan sederhana yang ramah dompet

Di jalur yang sama, ada juga Warung Mak Jum yang berada di Jl. Pasar Dambuntung, Kaliwungu, Kedungwungu, Tegaldlimo. Warung ini terdata buka sekitar pukul 07.00–12.00 WIB, jadi cocok untuk sarapan atau makan siang awal sebelum lanjut perjalanan.

Selanjutnya Warung Mak Jum berada di Jl. Pasar Dambuntung, Kaliwungu, Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo, juga bisa jadi pilihan favorit. Warung sederhana dengan menu ramah dompet ini menjual lalapan ayam goreng.

Selain itu, juga terdapat kopi dan pisang goreng menemani perjalanan kalian.

Kadang, justru makanan paling sederhana yang terasa paling nikmat saat sedang bersiap menempuh perjalanan jauh. Lalapan ayam goreng hangat, sambal, nasi, lalu ditutup secangkir kopi atau pisang goreng—kombinasi yang sederhana, tetapi cukup untuk mengisi tenaga sebelum menembus jalur Alas Purwo.

5. Warung Sate KP 10, tempat sate dan gulai sebelum petualangan dimulai

Buat yang ingin menu lebih beragam, Warung Sate KP.10 bisa jadi pilihan menarik. Lokasinya berada di Jl. Kalipait, Gempoldampit, Kedungwungu, Tegaldlimo, dan buka sekitar pukul 16.00–21.00 WIB. Jadi, tempat ini cocok untuk pengunjung yang datang sore hari atau pulang dari Alas Purwo menjelang malam.

Masih berada di Kawasan Pasar Kalipait dan Dam Buntung. Lokasi ini juga sangat dekat dengan kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Warung Sate KP 10 tepatnya berada di Jl. Kalipait, Gempoldampit, Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo.

Di sana menjual ragam menu ayam laos, gulai kambing, sate ayam, sate jamur tiram, dan minuman es kelapa muda.

Pilihan menunya terasa cocok untuk banyak selera. Ada yang ingin gurih manis khas sate, ada yang ingin kuah hangat seperti gulai, sampai yang ingin segar-segar dengan es kelapa muda sebelum lanjut jalan.

6. Warung Ayam Pedas WTS, favorit di jalur barat menuju Alas Purwo

Kalau kamu datang dari sisi barat menuju kawasan taman nasional, maka nama WTS Ayam Pedas Curahjati layak masuk radar. Warung ini berada di area Purwoharjo dan tercatat buka sekitar pukul 07.00–21.00 WIB.

Kali ini sejumlah warung makan yang ada di kawasan Pasar Curah Jati, sebelah barat jalan menuju Taman Nasional Alas Purwo. Kawasan ini menyajikan pengunjung yang datang dari sisi barat.

Warung Tengah Sawah atau yang biasa disebut WTS menjual menu andalan nasi Pecel, nasi campur dan tentunya ayam pedas. Kuah santan pedas dari ayam menjadi hidangan spesial yang banyak diburu.

Tempat ini juga sering jadi langganan para pejabat yang lewat di kawasan taman nasional Alas Purwo. Warung ini buka mulai pukul 07.30 sampai 22.00 WIB.

Ada sesuatu yang khas dari warung model begini: lokasinya mungkin tidak heboh, tetapi rasa masakannya punya reputasi yang beredar dari mulut ke mulut. Dan biasanya, rekomendasi seperti itulah yang justru paling bisa dipercaya.

7. Warung Belut Istimewa Bu Hartatik, cita rasa desa yang sulit dilupakan

Terakhir, untuk kamu yang ingin mencoba sesuatu yang lebih tradisional, ada Warung Belut Istimewa Bu Hartatik di kawasan Curah Jati, Grajagan, Purwoharjo. Meski data bisnisnya tidak muncul lengkap di pencarian yang saya cek, deskripsi dari bahan yang kamu berikan justru sudah cukup menggoda.

Selanjutnya, ada warung belut hingga kambing yang bisa kamu nikmati di kawasan Pasar Curah Jati, menunju Alas Purwo. Warung belut Bu Hartatik selain menyediakan olahan belut juga terdapat menu tradisional khas desa seperti nasi jagung sayur bening, ada botok. Kemudian olahan belut santan dan goreng yang maknyus. Warung ini berada di jalan Curah Jati, Grajagan, Purwoharjo.

Inilah jenis warung yang sering memberi kejutan paling menyenangkan. Saat orang lain sibuk mencari makanan “aman”, kamu justru bisa menemukan rasa-rasa rumahan yang otentik: nasi jagung, sayur bening, botok, hingga belut santan yang kaya rempah.

Pada akhirnya, perjalanan ke Alas Purwo bukan hanya tentang sampai ke tujuan. Ia juga tentang jeda-jeda kecil sebelum petualangan dimulai. Tentang memutuskan berhenti di warung sederhana, menyendok nasi hangat, mencicipi sambal pedas, atau menikmati ikan bakar yang baru diangkat dari panggangan.

Karena setelah itu, begitu kamu melaju lebih jauh, yang akan menyambut bukan lagi deretan rumah makan atau keramaian pasar, melainkan dunia yang berbeda: hutan, pantai, satwa liar, dan keheningan yang hanya dimiliki alam.

Jadi, kalau suatu hari kamu berencana menembus jalur menuju Taman Nasional Alas Purwo, jangan buru-buru. Sisakan waktu untuk mampir. Isi tenaga. Nikmati rasa lokal. Sebab kadang, kenangan perjalanan terbaik justru dimulai dari sebuah warung kecil di pinggir jalan—sebelum hutan besar membuka pintunya.

Share This Article