Destinasiindonesia.com |-Bulan suci Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Pandeglang. Selain menjadi momentum meningkatkan ibadah, Ramadan juga identik dengan berbagai aktivitas khas menjelang waktu berbuka puasa atau yang sering disebut ngabuburit. Salah satu kegiatan yang banyak diminati masyarakat adalah berburu kuliner di bazar Ramadan.
Pada hari pertama menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah, Kepala Diskomsantik sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang, Tb. Nandar Suptandar, turut merasakan suasana tersebut dengan mengunjungi Bazar Kadaharan Buka Puasa.
Bazar tersebut berlokasi di Jalan Kesehatan, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang. Setiap Ramadan, kawasan ini menjadi salah satu titik yang cukup ramai dikunjungi masyarakat yang ingin mencari menu berbuka puasa.
Kedatangan Tb. Nandar Suptandar ke lokasi bazar tidak sekadar untuk melihat aktivitas para pedagang. Ia juga ikut berburu salah satu kuliner favorit yang kerap menjadi menu andalan saat berbuka puasa, yaitu kerupuk mie kuning.
Menu mie kuning memang sudah lama dikenal sebagai salah satu makanan khas yang sering hadir saat bulan Ramadan. Rasanya yang gurih, teksturnya yang lembut, serta penyajiannya yang sederhana membuat hidangan ini digemari banyak orang. Selain itu, harga yang relatif terjangkau menjadikan mie kuning sebagai pilihan menu berbuka bagi berbagai kalangan masyarakat.
Tradisi berburu mie kuning saat ngabuburit bahkan bisa dibilang sudah menjadi kebiasaan yang cukup populer di sejumlah daerah, termasuk di Pandeglang. Tidak sedikit warga yang sengaja datang ke bazar atau lapak pedagang untuk membeli mie kuning sebagai hidangan berbuka bersama keluarga.
Kepala Diskomsantik dan selaku Pelaksana Tugas (Plt) Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pandeglang, Tb. Nandar Suptandar mengatakan, hari ini ia mengunjungi Bazar Ramadan.
“Beli kerupuk mie kuning buat istri dan anak di rumah. Makanan khas puasa itu mie pakai sambel kacang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, usai berburu kuliner di Bazar Kadaharan Buka Puasa Pandeglang, Kamis, 19 Februari 2026.
Menurutnya, keberadaan bazar Ramadan seperti ini memiliki dampak positif bagi masyarakat. Selain memudahkan warga mendapatkan berbagai menu berbuka puasa, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).
Di lokasi bazar tersebut, pengunjung dapat menemukan beragam jenis makanan dan minuman yang menggugah selera. Mulai dari berbagai jenis takjil, gorengan, minuman segar, hingga aneka hidangan berat yang siap disantap saat berbuka puasa.
Selain mie kuning, banyak tersedia makanan lainnya yang dijajakan oleh pelaku UMKM Pandeglang.
“Keberadaan bazar ini sangat bagus. Jadi masyarakat Pandeglang khususnya yang tinggal perkotaan punya banyak pilihan menu buka puasa,” katanya.
Bazar Ramadan memang sering menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk memasarkan produk kuliner mereka. Momentum Ramadan biasanya dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan karena permintaan makanan dan minuman untuk berbuka puasa cenderung meningkat.
Meski demikian, Tb. Nandar juga berharap agar ke depannya variasi menu yang dijual di bazar Ramadan dapat semakin beragam. Menurutnya, keberagaman jenis makanan akan membuat bazar menjadi lebih menarik bagi pengunjung.
“Lebih bagus lagi, diungkapkan Tb Nandar, menu makanan jualannya lebih variatif lagi. Saat ini juga memang sudah variatif.”
“Namun banyak pedagang menjajakan takjilannya dengan jenis sama. Mungkin kedepan berbeda,” katanya.
Dengan semakin banyaknya pilihan menu yang tersedia, masyarakat tentu akan lebih tertarik untuk datang dan menikmati suasana bazar Ramadan. Hal ini juga dapat memberikan keuntungan bagi para pedagang karena persaingan dapat diimbangi dengan kreativitas dalam menyajikan menu yang berbeda.
Selain itu, Tb. Nandar juga mengajak masyarakat untuk ikut meramaikan bazar Ramadan sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku UMKM di daerah.
Tb Nandar mengajak, kepada masyarakat Pandeglang agar dapat mengunjungi bazar Ramadan.
“Untuk ikut membantu ekonomi para pelaku UMKM. Tapi memang selain ini, pelaku UMKM juga menjajakan takjilan di sepanjang jalan Bank Banten dan banyak tempa lain yang sama-sama harus kita support,” katanya.
Di berbagai sudut Kota Pandeglang, selama Ramadan memang banyak pedagang yang membuka lapak takjil di pinggir jalan maupun di lokasi tertentu yang menjadi pusat keramaian. Hal ini menciptakan suasana Ramadan yang lebih hidup sekaligus memberikan peluang usaha bagi masyarakat.
Keberadaan bazar dan lapak takjil tersebut tidak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana ngabuburit bersama keluarga maupun teman.
Dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi setiap Ramadan, bazar kuliner di Pandeglang diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat yang ingin menikmati berbagai hidangan khas berbuka puasa.