Tak Hanya Reog! Ini 7 Kuliner Khas Ponorogo yang Bikin Lidah Ketagihan

salma
salma 8 Min Read
dok. jatim.idntimes.com

Destinasiindonesia.com |-Kabupaten Ponorogo selama ini dikenal luas sebagai daerah asal kesenian Reog yang sudah mendunia. Namun, pesona Ponorogo tidak hanya berhenti pada budaya dan tradisinya saja. Daerah yang juga dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan Islam di Jawa Timur ini memiliki kekayaan kuliner yang tidak kalah menarik untuk dijelajahi.

Beragam makanan dan minuman khas Ponorogo telah berkembang sejak lama, bahkan beberapa di antaranya sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan diwariskan secara turun-temurun. Keunikan rasa serta cara penyajiannya membuat kuliner Ponorogo memiliki karakter tersendiri yang sulit ditemukan di daerah lain.

Bagi para wisatawan atau pecinta kuliner yang berkunjung ke Ponorogo, mencicipi makanan khas daerah ini tentu menjadi pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Menariknya, berbagai kuliner tersebut dapat ditemukan dengan mudah di sejumlah lokasi, mulai dari warung sederhana hingga pusat oleh-oleh yang buka sejak pagi hingga malam hari.

Lantas, apa saja makanan dan minuman yang menjadi ciri khas Ponorogo? Berikut beberapa kuliner yang terkenal dan wajib dicoba ketika berkunjung ke kota yang identik dengan kesenian Reog ini.

1. Sate Ayam Ponorogo

Sate ayam merupakan salah satu kuliner paling populer di Ponorogo. Meski sama-sama berbahan dasar daging ayam seperti sate pada umumnya, sate khas Ponorogo memiliki ciri khas yang cukup berbeda.

Salah satu perbedaan paling mencolok terletak pada bentuk potongan dagingnya. Daging ayam pada sate Ponorogo dipotong memanjang dan pipih, sehingga tampilannya berbeda dibandingkan sate dari daerah lain.

Sate ayam yang dikembangkan di Ponorogo memiliki ciri khas tersendiri. Salah satunya dari irisan dagingnya yang memanjang dan pipih. Dengan demikian, bentuknya pun berbeda dibandingkan dengan makanan serupa dari beberapa dari daerah. Sate ayam Madura, misalnya, memiliki irisan yang kotak-kotak dan menyerupai dadu.

Selain bentuk potongan daging, bumbu sate Ponorogo juga memiliki karakter tersendiri. Kuah kacangnya cenderung berwarna lebih cerah dengan rasa yang sedikit manis.

Selain itu, bumbu sate Ponorogo memiliki warna cerah dengan rasa yang cenderung manis. Ini berbeda dengan produk serupa asal Madura yang rasa bumbunya berwarna pekat dan dominan pedas.

Beberapa tempat yang cukup terkenal untuk menikmati sate ayam Ponorogo antara lain milik H.Tukri Sobikun di Jalan Lawu, Gang Sate, Hasanudin, Nologaten, Kecamatan Ponorogo. Selain itu ada juga warung Pak Kenthus di Jalan Sambirobyong serta warung Pak Nandir di daerah Ngepos.

2. Dawet Jabung

Selain makanan berat, Ponorogo juga memiliki minuman khas yang menyegarkan, yaitu Dawet Jabung. Minuman tradisional ini banyak dijual di Desa Jabung, Kecamatan Mlarak.

Minuman pelepas dahaga ini banyak dijual di wilayah Desa Jabung, Kecamatan Mlarak. Sejumlah lapak penjual kuliner ini banyak berdiri di kawasan perempatan yang tak jauh dari Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dawet Jabung memiliki perpaduan rasa yang unik, yaitu manis, gurih, dan segar dalam satu mangkuk. Kombinasi rasa tersebut berasal dari berbagai bahan yang digunakan.

Rasa itu merupakan perpaduan bahan baku, mulai sirup gula merah, santan, cendol, tape ketan hitam, gempol, dan nangka.

Menariknya, ada tradisi unik dalam penyajian Dawet Jabung yang sering membuat pengunjung penasaran.

Ada yang menarik dari penyajian dawet jabung. Setiap pembeli hanya diperolehkan mengambil mangkuk yang disodorkan bersama nampan kecil oleh penjual. Konon, bagi yang nekat mengambil mangkuk beserta nampak kecil dan berhasil, maka akan menikah dengan penjual.

3. Soto Borang

Kuliner berikutnya yang cukup populer di Ponorogo adalah Soto Borang. Hidangan ini merupakan soto ayam khas yang memiliki rasa segar dan kaya rempah.

Kabupaten Ponorogo juga memiliki soto ayam sebagai kuliner khasnya, yaitu Soto Borang. Kuliner ini banyak diminati karena memiliki cita rasa yang segar dan lezat.

Dalam satu porsi Soto Borang biasanya terdapat berbagai pelengkap yang membuat rasanya semakin nikmat.

Di dalam satu porsinya terdiri dari daging ayam tusuk, tauge, kol, tomat, irisan daun bawang, telur rebus, bawang goreng hingga perasan jeruk nipis.

Untuk mencicipi Soto Borang, pengunjung dapat datang ke kawasan Jalan Niken Gandini di Kecamatan Jenangan atau ke cabang lainnya di Jalan Gajah Mada Ponorogo.

4. Gethuk Golan

Gethuk Golan merupakan salah satu jajanan tradisional yang cukup legendaris di Ponorogo. Makanan ini telah diproduksi secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Jajanan tradisional ini juga sudah dibuat dan dijual secara turun temurun. Saat ini, mayoritas warga yang masih memproduksinya merupakan generasi ketiga dari pembuat sebelumnya.

Salah satu daya tarik Gethuk Golan adalah teksturnya yang lembut dan pulen. Bahkan, teksturnya dikenal lebih lembut dibandingkan gethuk pada umumnya.

Untuk menyajikannya, olahan singkong itu ditambah dengan ketan, jadah, cenil, parutan kelapa, dan gula merah cair.

Kuliner ini dapat ditemukan dengan mudah di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo.

5. Sego Gegog

Sego Gegog merupakan salah satu kuliner tradisional yang cukup unik di Ponorogo. Hidangan ini dikenal memiliki rasa pedas yang kuat.

Kuliner tradisional lain di Ponorogo adalah Sego Gegog. Konon, masakan ini merupakan makanan favorit para warok, yakni orang sakti dalam kesenian reog.

Sego Gegog biasanya disajikan dalam bungkusan daun pisang yang memberikan aroma khas ketika dibuka.

Ketika bungkusnya dibuka, aroma Sego Gegog langsung tercium. Sebab, per bungkusnya sudah dilengkapi dengan bumbu dan lauk yang diberi bumbu parutan kelapa, rempah-rempah dan daun kemangi.

6. Nasi Pecel Ponorogo

Nasi pecel sebenarnya bisa ditemukan di berbagai daerah di Jawa Timur. Namun, nasi pecel khas Ponorogo memiliki ciri khas tersendiri.

Kuliner satu ini memang banyak tersedia di daerah lain. Meski demikian, makanan khas yang dikembangkan di Ponorogo memiliki rasa sedikit lebih pedas dibandingkan dengan komoditas serupa dari daerah lain.

Selain itu, sambal pecelnya juga memiliki tekstur yang lebih kental.

Untuk lauk pendampingnya biasanya terdiri dari tempe goreng tepung, bakwan jagung, peyek, lentho, iwak kali, hingga ayam goreng.

7. Jenang Mirah

Jenang Mirah merupakan salah satu oleh-oleh khas Ponorogo yang cukup terkenal. Jajanan tradisional ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan masih digemari hingga sekarang.

Jajanan ini merupakan salah satu komoditas legendaris di Ponorogo. Sebab, sudah ada sejak puluhan tahun lalu dan masih eksis hingga hari ini karena rasa, teksturnya yang legit banyak diminati pecinta kuliner.

Rasa manis dari gula Jawa berpadu dengan gurihnya santan membuat Jenang Mirah memiliki cita rasa yang khas.

Pembelian jenang ini dapat langsung dilakukan di tempat produksinya di Desa Losari, Kecamatan Jetis atau di berbagai pusat oleh-oleh.

Kuliner Ponorog emang gak ada obat sih. Mau yang berat, camilan, sampai yang segar-segar ada semua. Yuk, kulineran ke Ponorogo!

Kekayaan kuliner ini menjadi bukti bahwa Ponorogo tidak hanya kaya akan budaya, tetapi juga memiliki warisan rasa yang patut dibanggakan. Bagi siapa pun yang berkunjung ke daerah ini, mencicipi berbagai kuliner khasnya tentu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Share This Article