Destinasiindonesia.com |-Hari pertama bulan suci Ramadan biasanya identik dengan suasana yang ramai dan semarak, terutama di berbagai pusat kuliner yang menghadirkan aneka hidangan berbuka puasa. Namun, suasana berbeda justru terlihat di bazar kuliner yang digelar di Basement Pasar Cipanas pada hari pertama puasa. Aktivitas di lokasi tersebut terpantau masih sepi pengunjung, diduga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Cipanas sejak pagi hingga menjelang sore hari.
Meski demikian, para pedagang tetap terlihat bersiap menyambut pembeli. Sejumlah stand yang menjajakan aneka menu khas Ramadan telah tertata rapi sejak siang hari. Beragam pilihan makanan dan minuman tersedia untuk memanjakan para pencari takjil. Mulai dari kolak, es buah, gorengan, hingga aneka kue manis tersaji di setiap lapak yang berjejer di area basement pasar.
Selain takjil yang identik dengan menu berbuka puasa, beberapa pedagang juga menawarkan berbagai hidangan berat yang siap santap. Menu seperti nasi lauk lengkap, makanan tradisional, hingga jajanan khas daerah turut meramaikan pilihan kuliner di bazar tersebut. Kehadiran berbagai jenis makanan ini sebenarnya diharapkan mampu menarik minat masyarakat untuk datang dan berburu hidangan berbuka.
Namun, kondisi cuaca tampaknya menjadi faktor utama yang memengaruhi tingkat kunjungan masyarakat. Hujan yang turun hampir sepanjang hari membuat aktivitas warga di luar rumah berkurang secara signifikan. Banyak orang memilih tetap berada di rumah hingga menjelang waktu berbuka puasa.
Akibatnya, sejumlah pedagang terlihat lebih banyak menunggu pembeli sambil merapikan dagangan mereka. Sebagian bahkan memanfaatkan waktu sepi tersebut untuk menata ulang tampilan makanan agar tetap terlihat menarik bagi calon pembeli yang datang.
Meski suasana belum terlalu ramai, beberapa pengunjung tetap terlihat datang untuk membeli makanan berbuka puasa. Salah satunya adalah Ghiyas (18), yang mengaku sengaja datang lebih awal untuk mencari menu berbuka.
Ia mengatakan bahwa suasana bazar Ramadan pada hari pertama puasa tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, biasanya hari pertama Ramadan justru dipenuhi pengunjung yang ingin berburu takjil.
“Biasanya hari pertama cukup ramai, tapi sekarang agak sepi mungkin karena hujan dari tadi pagi. Jadi orang-orang lebih memilih di rumah,” ujar Ghiyas saat ditemui di lokasi, Kamis (19/2/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana faktor cuaca dapat memengaruhi aktivitas masyarakat selama Ramadan. Jika biasanya masyarakat memanfaatkan waktu sore untuk berjalan-jalan sambil mencari hidangan berbuka, hujan membuat banyak orang menunda rencana tersebut.
Sementara itu, pihak pengelola pasar tetap berupaya memaksimalkan penyelenggaraan bazar Ramadan tahun ini. Kepala UPTD Pasar Cipanas, Epra Haryono, menyampaikan bahwa pihaknya telah memfasilitasi para pedagang untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut berpartisipasi dengan menawarkan berbagai menu andalan. Kehadiran para pelaku UMKM ini diharapkan dapat memberikan pilihan kuliner yang beragam bagi masyarakat.
“Kami sudah menginformasikan dan mengajak para pedagang untuk ikut serta dalam bazar Ramadan ini. Memang hari pertama masih sepi karena faktor cuaca. Hujan turun hampir sepanjang hari,” kata Epra.
Menurutnya, kondisi sepi pada hari pertama bukanlah hal yang terlalu mengkhawatirkan. Ia meyakini bahwa jumlah pengunjung akan meningkat apabila kondisi cuaca mulai membaik dalam beberapa hari ke depan.
Biasanya, kata Epra, aktivitas bazar Ramadan akan mulai ramai menjelang waktu berbuka puasa, terutama ketika masyarakat pulang dari tempat kerja atau sengaja datang untuk berburu takjil.
“Kami optimistis ke depan akan lebih ramai, apalagi biasanya mendekati akhir pekan dan menjelang Lebaran antusiasme masyarakat meningkat,” tambahnya.
Optimisme tersebut juga dirasakan oleh para pedagang yang ikut berpartisipasi dalam bazar Ramadan di Pasar Cipanas. Meskipun hari pertama belum memberikan hasil yang memuaskan dari segi penjualan, mereka tetap berharap kondisi akan berubah dalam beberapa hari ke depan.
Bagi para pedagang, bazar Ramadan menjadi momen penting untuk meningkatkan pendapatan. Bulan suci ini biasanya membawa peluang besar karena banyak masyarakat yang mencari berbagai menu berbuka puasa dengan harga terjangkau.
Selain itu, bazar kuliner juga menjadi salah satu cara bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk makanan mereka kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan berkumpulnya berbagai jenis kuliner dalam satu tempat, pengunjung memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan menu berbuka puasa.
Keberadaan bazar Ramadan juga dinilai memudahkan masyarakat dalam mencari makanan berbuka tanpa harus berkeliling ke banyak tempat. Cukup datang ke satu lokasi, berbagai jenis hidangan sudah tersedia dengan harga yang relatif bersahabat.
Meski hari pertama masih terlihat lengang akibat hujan yang terus turun, para pedagang tetap berharap bazar Ramadan di Pasar Cipanas dapat berjalan lancar hingga akhir bulan suci. Mereka optimistis, ketika cuaca mulai bersahabat dan aktivitas masyarakat kembali normal, jumlah pengunjung akan meningkat.
Dengan demikian, bazar kuliner ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat berburu takjil bagi masyarakat, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan serta memperkuat perekonomian lokal selama bulan Ramadan.