5 Destinasi Wisata Kuliner Ramadan, Ngabuburit Seru Sambil Berburu Takjil

salma
salma 7 Min Read
dok. wisata ancol

Destinasiindonesia.com |-Menjelang bulan suci Ramadan, wisata kuliner selalu menjadi salah satu aktivitas yang paling dinanti masyarakat. Selain berburu menu berbuka puasa, momen ini juga kerap dimanfaatkan untuk menelusuri berbagai titik kota dan tak lupa menikmati ragam kuliner khas daerah yang biasanya hanya ramai pada waktu tertentu.

Bahkan dalam salah satu publikasi yang dibagikan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia pernah membagikan rekomendasi artikel dengan tajuk “5 Rekomendasi Destinasi Wisata Kuliner untuk Buka Puasa di Bulan Ramadan”. Melalui rekomendasi tersebut, pemerintah ingin mengajak masyarakat menikmati Ramadan bukan hanya lewat ibadah, tetapi juga melalui pengalaman kuliner yang sarat makna.

Kementerian Pariwisata menyoroti destinasi wisata kuliner yang tidak hanya menawarkan aneka hidangan khas berbuka puasa, tetapi juga menghadirkan suasana Ramadan yang kuat dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat. Artinya, yang dijual bukan sekadar makanan, melainkan atmosfer kebersamaan, tradisi, hingga nuansa religius yang kental.

Jadi, masyarakat tak hanya melakukan war takjil atau berburu kulier mendekati waktu berbuka saja. Namun adanya rekomendasi tempat wisata ini bisa menjadi kesempatan emas untuk dijadikan momen ngabuburit bersama keluarga, teman, hingga orang tercinta.

Wisata Kuliner Ramadan: Lebih Dari Sekadar Makanan

Wisata kuliner Ramadan tak semata soal makanan, tetapi juga pengalaman budaya dan kebersamaan. Pasar takjil, sentra jajanan sore hari, hingga kawasan kuliner legendaris biasanya dipadati masyarakat menjelang waktu berbuka puasa. Ada energi khas yang terasa berbeda: aroma gorengan yang menggoda, suara pedagang menawarkan dagangan, hingga tawa anak-anak yang menunggu azan magrib.

Aktivitas ini turut menggerakkan perekonomian lokal, khususnya bagi pelaku UMKM kuliner yang mengandalkan momentum Ramadan sebagai salah satu periode penjualan tertinggi dalam setahun. Oleh karena itu, wisata kuliner Ramadan dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Dalam berbagai publikasi resminya, Kementerian Pariwisata juga menekankan bahwa kuliner merupakan salah satu daya tarik utama pariwisata Indonesia. Momentum Ramadan dinilai tepat untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan domestik.

Sementara itu, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) sudah akan menentukan awal puasa di tanggal 17 Februari melalui sidang isbat menurut informasi yang didapatkan dari laman resminya kemenag.go.id.

“Sidang Isbat akan dihadiri oleh sejumlah pihak, perwakilan ormas Islam, perwakilan kedubes negara-negara Islam, MUI, BMKG, ahli falak, DPR dan perwakilan Mahkamah Agung,” terang Direktur Jenderal Bimas Islam Abu Rokhmad di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Namun dalam penentuan awal Ramadan, Idul Fitri 1 Syawal dan Idul Adha Kemenag mengintegrasikan metode Hisab dan Rukyah. Ia juga menyebutkan masyarakat untuk sabar menunggu hasil sidang isbat dan pengumuman pemerintah terkait awal Ramadan 1447 H nanti.

Momentum Ramadan dinilai tepat untuk memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan domestik. Berikut lima rekomendasi destinasi wisata kuliner yang dibagikan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui website resminya kemenpar.go.id.

1. Museum Kereta Api Ambarawa

Museum Kereta Api Ambarawa menawarkan pengalaman unik berbuka puasa selama Ramadan 2025 melalui program “Berburu Takjil di Museum Kereta Api Ambarawa”. Kegiatan ini digelar pada 3-30 Maret 2025 di area parkir museum dan tidak dipungut biaya masuk.

Pengunjung dapat menikmati beragam takjil hingga makanan berat, seperti es tradisional, jajanan pasar, ayam kremes, hingga steak. Selain kuliner, tersedia pula hiburan seperti live music, cho-cho train, melukis, dan belajar gamelan.

Bagi yang menginginkan suasana lebih privat, tersedia paket Buka Puasa di Stasiun Tua Tuntang dengan sistem reservasi melalui PT KAI Wisata. Walaupun publikasi ini diunggah tahun lalu, namun ini bisa jadi rekomendasi menarik untuk Ramadan 2026.

2. Kampung Ramadan Jogokariyan

Kampung Ramadan Jogokariyan menjadi salah satu destinasi favorit berbuka puasa di Yogyakarta. Program tahunan yang digagas Masjid Jogokariyan ini dikenal dengan kegiatan buka puasa dan pembagian takjil gratis setiap hari selama Ramadan.

Sebanyak 3.500 porsi makanan dibagikan setiap hari dengan sistem donasi senilai Rp15.000 per porsi. Selain itu, tersedia pasar sore UMKM dan kajian keagamaan yang menambah suasana Ramadan semakin bermakna. Pengunjung juga dapat ikut berdonasi melalui kanal resmi Masjid Jogokariyan.

3. Ancol

Kawasan Ancol menghadirkan berbagai program ngabuburit dan wisata kuliner selama Ramadan 2025. Salah satunya Festival Keajaiban Ramadan yang berlangsung 1-30 Maret 2025, menghadirkan agenda seperti Ramadan Jazz, Ngabuburit Talk, dan Culinary Ramadan.

Selain itu, tersedia paket Iftar at Seaside View di sejumlah restoran tepi pantai, termasuk Nyiur Resto Putri Duyung Ancol. Ancol juga memberlakukan program masuk gratis mulai pukul 17.00 WIB pada periode tertentu dengan sistem reservasi daring.

4. Al Jazeerah Signature Restaurant

Al Jazeerah Signature Restaurant menjadi pilihan bagi pencinta kuliner Timur Tengah untuk berbuka puasa. Restoran ini menyajikan berbagai menu khas seperti nasi biryani, kabsah, mandi, aneka grilled lamb, hingga sajian mezze dan shawarma.

Dengan interior bernuansa Timur Tengah, restoran ini menawarkan pengalaman bersantap yang berbeda dan cocok untuk acara buka puasa bersama keluarga maupun kolega.

5. The Flavor Bliss Alam Sutera

The Flavor Bliss Alam Sutera mengusung konsep one stop dining yang memungkinkan pengunjung memilih beragam kuliner dalam satu kawasan. Mulai dari hidangan seafood, Betawi, Peranakan, Jepang, hingga restoran cepat saji tersedia di lokasi ini.

Selain berburu kuliner, pengunjung juga dapat menikmati suasana ngabuburit di area Broadway The Flavor Bliss yang kerap dijadikan spot foto menjelang waktu berbuka puasa.

Dengan beragam pilihan tersebut, Ramadan tak lagi sekadar momen menunggu azan magrib. Ia menjelma menjadi ruang perjumpaan—antara rasa, tradisi, dan kebersamaan. Wisata kuliner Ramadan pada akhirnya bukan hanya tentang apa yang tersaji di piring, melainkan cerita yang tercipta di setiap meja makan.

Share This Article