Kemenpar Dorong Wisata Yacht Jadi Motor Baru Pariwisata Bahari Indonesia

salwa
salwa 5 Min Read
dok.riau.antaranews.com

Destinasi indonesia – Indonesia kembali memperkuat langkah untuk mengembangkan pariwisata bahari sebagai salah satu sektor unggulan. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong pengembangan wisata yacht (yacht tourism) sebagai penggerak baru pariwisata sekaligus upaya meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di pasar global.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, wisata yacht menjadi salah satu dari tiga pilar utama pengembangan wisata bahari berkualitas di Indonesia. Dua pilar lainnya adalah wisata kapal pesiar (cruise tourism) dan wisata selam (diving).

“Acara ini merupakan etalase yang menunjukkan kesiapan ekosistem marine tourism Indonesia. Wisata yacht menjadi bagian dari tiga pilar utama pengembangan wisata bahari berkualitas, bersama dengan wisata cruise dan diving,” ujar Widiyanti dalam acara INSA Yacht Festival (IYF) 2026 di Bali, Sabtu (8/8), sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurut Widiyanti, Indonesia memiliki modal alam yang kuat untuk menjadi salah satu destinasi yacht terkemuka dunia. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki bentang laut yang luas dengan berbagai potensi wisata.

Selain itu, Indonesia berada di kawasan Coral Triangle yang dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Kekayaan tersebut menjadi daya tarik yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata bahari berkualitas.

Ekosistem Yacht Perlu Dibangun Terintegrasi

Besarnya potensi tersebut perlu diikuti dengan pembangunan ekosistem wisata yacht yang terintegrasi dan kompetitif. Pemerintah menilai pengembangan sektor ini tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga membutuhkan layanan dan infrastruktur yang mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.

Karena itu, pengembangan yacht tourism membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, investor, komunitas, hingga pelaku pariwisata.

“Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang lebih luas, mulai dari meningkatkan kunjungan wisatawan dan menggerakkan industri pelayaran, marina, galangan kapal, hingga UMKM, sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir,” katanya.

Widiyanti menilai pertumbuhan wisata yacht memiliki peluang besar untuk mendatangkan wisatawan dengan daya beli tinggi. Namun, manfaatnya tidak berhenti pada sektor pariwisata karena aktivitas tersebut dapat menciptakan efek berganda bagi berbagai sektor ekonomi di daerah tujuan wisata.

Mulai dari industri pelayaran, pengelolaan marina, galangan kapal, hingga UMKM di kawasan pesisir berpotensi ikut bergerak seiring berkembangnya aktivitas wisata yacht.

INSA Tekankan Pentingnya Kolaborasi

Sejalan dengan pemerintah, Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Carmelita Hartoto menilai pengembangan wisata bahari membutuhkan sinergi yang kuat antara berbagai pihak.

Menurut Carmelita, kolaborasi perlu melibatkan pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, asosiasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Wisata bahari dinilai memiliki nilai strategis karena mampu menciptakan efek berganda terhadap industri pelayaran, marina, galangan kapal, UMKM, hingga masyarakat yang menggantungkan kehidupan di kawasan pesisir.

“Melalui INSA Yacht Festival, kami ingin ikut mendukung pengembangan quality tourism di Indonesia melalui berbagai kegiatan yang kami hadirkan, sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan wisata bahari yang berkualitas,” ujar Carmelita.

IYF 2026 Hadirkan Konsep Marine Lifestyle

Upaya memperkuat wisata yacht juga terlihat dalam penyelenggaraan INSA Yacht Festival 2026. Festival tersebut merupakan penyelenggaraan ketiga yang berlangsung pada 7-9 Agustus 2026 di Benoa Marina, Bali.

Wakil Ketua Umum DPP INSA sekaligus Ketua Penyelenggara IYF 2026 Nova Y. Mugijanto mengatakan, festival tahun ini mengangkat tiga tema utama, yakni Wellness Tourism, Marine Tourism, dan Gastronomy.

Menurutnya, wisata bahari kini telah berkembang jauh melampaui aktivitas berlayar. Konsep tersebut mulai menjadi bagian dari marine lifestyle yang menggabungkan kesehatan, olahraga, rekreasi, budaya, kuliner, hingga pengalaman menikmati perjalanan di laut.

Selama tiga hari penyelenggaraan, IYF 2026 menghadirkan berbagai aktivitas yang memperkenalkan pengalaman wisata bahari secara lebih luas. Kegiatan tersebut meliputi yacht exhibition, education tour, yacht viewing, yacht joy ride, boat launching, pilates on yacht, fashion show, hingga sunset dinner cruise.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku industri sekaligus memperkenalkan potensi wisata bahari Indonesia kepada masyarakat dan wisatawan.

Kemenpar Perkuat Promosi dan Hospitality

Kemenpar turut mendukung penyelenggaraan IYF 2026 melalui keterlibatan Politeknik Pariwisata Bali dalam penyediaan layanan hospitality selama rangkaian kegiatan.

Dukungan juga diberikan melalui promosi dan publikasi untuk memperluas eksposur festival. Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat promosi potensi yachting dan wisata bahari Indonesia.

Dengan kekayaan laut dan bentang kepulauan yang dimiliki, Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas pasar wisata bahari, termasuk melalui pengembangan wisata yacht.

Jika ekosistemnya dibangun secara terintegrasi dan didukung kolaborasi berbagai pihak, yacht tourism bukan hanya berpotensi memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia, tetapi juga membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi industri dan masyarakat pesisir.

Share This Article