Destinasi indonesia.com – Sumatera Selatan tidak hanya memikat lewat kekayaan budaya dan perjalanan sejarahnya. Di balik geliat Sungai Musi dan bangunan-bangunan bersejarah, provinsi ini juga menyimpan beragam destinasi wisata religi yang sarat nilai spiritual.
Perjalanan ke sejumlah tempat ini bukan sekadar soal berkunjung dan berfoto. Wisatawan juga dapat menelusuri jejak penyebaran agama, mengenal perkembangan budaya Islam, hingga melihat warisan sejarah yang masih terjaga sampai sekarang.
Mulai dari masjid berusia ratusan tahun, Al-Qur’an raksasa yang memukau, hingga kawasan perkampungan tua di tepian Sungai Musi, berikut tujuh wisata religi di Sumatera Selatan yang layak masuk daftar perjalanan.
1. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I, Ikon Religi di Jantung Palembang
Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I menjadi salah satu destinasi religi paling ikonik di Sumatera Selatan. Masjid ini juga dikenal sebagai salah satu masjid tertua dan terbesar di wilayah tersebut.
Dibangun pada masa Kesultanan Palembang Darussalam pada abad ke-18, bangunan masjid memiliki daya tarik tersendiri melalui perpaduan unsur arsitektur Melayu, Tiongkok, dan Eropa.
Lokasinya yang berada di pusat Kota Palembang membuat masjid ini mudah dijangkau. Saat bulan Ramadan dan hari-hari besar Islam, kawasan Masjid Agung Palembang biasanya menjadi salah satu titik yang ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan.
2. Al-Qur’an Al-Akbar, Pesona Mushaf Raksasa dari Kayu Tembesu
Bagi wisatawan yang ingin melihat perpaduan antara nilai keagamaan dan seni, Al-Qur’an Al-Akbar Palembang menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan.
Tempat ini menyimpan mushaf Al-Qur’an berukuran raksasa yang diukir pada lembaran kayu tembesu. Ukurannya yang besar serta detail ukiran yang menghiasi setiap bagian menjadikan Al-Qur’an Al-Akbar memiliki daya tarik tersendiri.
Keunikan tersebut membuatnya menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara. Selain sebagai tujuan wisata, lokasi ini juga dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan dan edukasi Islam.
3. Kampung Arab Al-Munawar, Menyusuri Jejak Komunitas Arab di Tepian Musi
Di tepian Sungai Musi, terdapat kawasan bersejarah yang menyimpan suasana religi dan budaya yang masih terasa kuat, yakni Kampung Arab Al-Munawar.
Perkampungan ini telah berdiri selama ratusan tahun dan menjadi bagian dari perjalanan perkembangan komunitas Arab di Palembang. Berkunjung ke kawasan ini seperti menapaki lorong waktu melalui bangunan-bangunan tua yang masih menyimpan nilai sejarah.
Wisatawan dapat mengenal tradisi masyarakat setempat, melihat peninggalan arsitektur lama, sekaligus menikmati suasana kampung yang lekat dengan sejarah perkembangan Islam di Palembang.
4. Bukit Siguntang, Tempat Ziarah di Tengah Suasana Alam yang Tenang
Bukit Siguntang dikenal sebagai salah satu situs bersejarah dengan nilai spiritual yang kuat bagi masyarakat Sumatera Selatan.
Kawasan ini menjadi lokasi makam sejumlah tokoh yang diyakini memiliki hubungan dengan sejarah awal Palembang. Karena itu, Bukit Siguntang kerap menjadi tujuan ziarah bagi masyarakat yang ingin mengenang jejak para tokoh masa lampau.
Selain nilai sejarah dan spiritualnya, kawasan ini juga menawarkan suasana yang lebih tenang. Hamparan pepohonan dan lingkungan hijau membuat perjalanan ziarah terasa sekaligus menjadi kesempatan untuk beristirahat dari hiruk-pikuk kota.
5. Pulau Kemaro, Perpaduan Religi, Budaya, dan Sejarah
Wisata religi di Sumatera Selatan tidak hanya berkaitan dengan satu tradisi keagamaan. Pulau Kemaro menjadi salah satu contohnya, dengan perpaduan unsur religi, budaya, dan sejarah yang hidup dalam satu kawasan.
Pulau yang berada di tengah Sungai Musi ini terkenal dengan keberadaan pagoda dan vihara yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat Tionghoa.
Saat perayaan Cap Go Meh, Pulau Kemaro menjadi semakin ramai oleh wisatawan yang datang untuk menyaksikan ritual serta berbagai pertunjukan budaya. Keberadaannya menunjukkan keberagaman warisan spiritual dan budaya yang turut membentuk identitas Palembang.
6. Masjid Cheng Ho, Simbol Akulturasi Islam dan Tionghoa
Masjid Cheng Ho Palembang memiliki penampilan yang langsung mencuri perhatian. Dominasi warna merah dan ornamen bergaya Tiongkok membuat arsitekturnya tampil berbeda dibandingkan kebanyakan masjid.
Keunikan tersebut menjadikan Masjid Cheng Ho sebagai simbol akulturasi antara budaya Islam dan Tionghoa. Bukan hanya digunakan sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi tujuan wisata religi dan edukasi sejarah.
Pengunjung dapat menikmati keindahan bangunannya sekaligus mengenal lebih jauh hubungan budaya Tionghoa dan perkembangan Islam di Indonesia.
7. Kompleks Makam Kesultanan Palembang, Menelusuri Jejak Para Sultan
Bagi wisatawan yang tertarik dengan perjalanan sejarah Kesultanan Palembang Darussalam, kompleks makam para sultan dan tokoh kesultanan menjadi salah satu tujuan penting untuk dikunjungi.
Kawasan makam ini memiliki nilai sejarah yang kuat karena berkaitan dengan perkembangan Islam dan pemerintahan di Palembang pada masa lampau.
Banyak peziarah datang untuk mengenang jasa para tokoh sekaligus mempelajari sejarah daerah. Perjalanan ziarah pun menjadi lebih dari sekadar kunjungan spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memahami perjalanan panjang Palembang dan warisan yang ditinggalkannya.
Lebih dari Sekadar Perjalanan Wisata
Ketujuh destinasi tersebut menunjukkan bahwa wisata religi di Sumatera Selatan menawarkan pengalaman yang lebih luas daripada sekadar perjalanan untuk melihat tempat-tempat menarik.
Setiap lokasi menyimpan cerita berbeda, mulai dari perjalanan Kesultanan Palembang Darussalam, perkembangan komunitas Arab, akulturasi budaya Tionghoa dan Islam, hingga jejak para tokoh yang menjadi bagian dari sejarah daerah.
Dari kemegahan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I hingga keunikan Al-Qur’an Al-Akbar, dari suasana bersejarah Kampung Arab Al-Munawar hingga perjalanan ziarah di kompleks makam kesultanan, semuanya menjadi bagian dari kekayaan warisan religi Sumatera Selatan.
Bagi wisatawan yang ingin melakukan perjalanan sambil memperkaya wawasan dan menikmati nilai spiritual, Sumatera Selatan memiliki banyak cerita yang layak untuk ditelusuri, satu destinasi demi satu destinasi.