Destinasi indonesia – Pariwisata tidak hanya berbicara soal destinasi, pemandangan, atau jumlah wisatawan yang datang. Di balik geliat sebuah kawasan wisata, terdapat banyak aktivitas ekonomi yang ikut bergerak, mulai dari hotel, restoran, transportasi, usaha kuliner, hingga perdagangan produk lokal.
Melihat potensi tersebut, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat (Sumbar) memprioritaskan sektor pariwisata sebagai salah satu fokus program kerja pada 2027. Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi perdagangan dan investasi di berbagai daerah.
Pariwisata Jadi Fokus Program Kadin Sumbar
Ketua Kadin Sumbar, Buchari Bachter mengatakan, program tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam konsolidasi bersama pengurus Kadin kabupaten dan kota. Penguatan sektor pariwisata dinilai memiliki potensi besar karena efeknya dapat dirasakan oleh banyak bidang usaha.
“Untuk tahun ke depan, kami di Sumbar memprioritaskan sektor pariwisata untuk pengembangan kerja Kadin,” kata Buchari dalam Rakorpim Kadin Sumbar sekaligus tasyakuran HUT ke-58 Kadin Indonesia di Padang, Kamis, 24 September 2026.
Menurut Buchari, pariwisata dapat menjadi pintu masuk untuk menggerakkan sektor ekonomi lainnya. Ketika kunjungan wisata meningkat, kebutuhan terhadap berbagai layanan dan produk pendukung juga ikut bertambah.
Ia menjelaskan konsep tersebut melalui Tourism, Trading, Investment (TTI). Melalui konsep ini, pengembangan pariwisata diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kunjungan, tetapi berlanjut pada pertumbuhan perdagangan serta terbukanya peluang investasi.
Efek Berganda bagi Perdagangan dan Investasi
Pergerakan ekonomi dari sektor pariwisata dapat terlihat dari berbagai usaha yang menjadi bagian dari ekosistemnya. Akomodasi membutuhkan tenaga kerja dan berbagai kebutuhan operasional. Transportasi ikut mendapatkan dampak dari mobilitas wisatawan. Sementara hotel dan restoran membutuhkan pasokan bahan baku makanan dan minuman dari pelaku usaha lainnya.
“Kalau pariwisata kita meningkat, otomatis trading kita juga meningkat,” ujarnya.
Karena itu, pengembangan destinasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pelaku wisata. Kualitas pelayanan, tata kelola, kebersihan, hingga kemampuan sumber daya manusia juga perlu diperhatikan agar pertumbuhan pariwisata dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Buchari menilai sejumlah aspek tersebut masih menjadi tantangan yang perlu diperkuat oleh pelaku usaha pariwisata di Sumbar. Pengalaman daerah lain yang telah berkembang dalam mengelola sektor wisata dapat menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki kualitas pariwisata di Sumbar.
Infrastruktur Jadi Bagian Penting
Selain kualitas sumber daya manusia dan pelayanan, infrastruktur menjadi faktor yang tidak kalah penting. Ketua Panitia Pelaksana Rakorpim Kadin Sumbar, Joni Mardianto mengatakan, akses dan fasilitas yang memadai diperlukan agar potensi pariwisata dapat berkembang lebih optimal.
“Karena kami berfokus Sumbar ini adalah tentang pariwisata, tentu kami juga ingin perbaikan dan juga infrastruktur tentang kepariwisataan yang ada di Sumbar,” katanya.
Joni menyebut infrastruktur pariwisata di Sumbar masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya keterbatasan anggaran pembangunan di daerah. Sejumlah fasilitas saat ini lebih banyak mendapatkan perbaikan secara bertahap dibandingkan pembangunan dalam skala besar.
Kondisi tersebut semakin menantang karena Sumbar dalam tiga tahun terakhir juga beberapa kali menghadapi bencana yang berdampak terhadap infrastruktur dan akses menuju sejumlah kawasan.
“Sumbar pada tiga tahun belakangan juga sering mengalami bencana yang mengakibatkan kerusakan infrastruktur dan akses. Hal ini juga patut menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap kunjungan wisata. Semoga tahun 2027 faktor ini bisa berkurang,” ucapnya.
Dorong Event Nasional dan Internasional
Untuk membuat pariwisata semakin bergeliat, Joni menilai Sumbar juga perlu memperbanyak kegiatan berskala nasional maupun internasional. Event semacam ini dapat menjadi magnet tambahan untuk mendatangkan wisatawan sekaligus memperkenalkan berbagai potensi daerah.
Menurutnya, kegiatan seperti pertemuan, insentif, konferensi, dan pameran perlu lebih sering digelar di Sumbar. Dengan perpaduan antara destinasi, infrastruktur, sumber daya manusia, dan agenda berskala besar, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi Sumbar pada 2027.