Saat Warna Mengubah Wajah Jodipan Menjadi Destinasi Wisata

salma
salma 4 Min Read
dok. radarmalang.jawapos.com

Perubahan wajah sebuah kawasan tidak selalu membutuhkan pembangunan besar-besaran. Kampung Warna-Warni Jodipan di Kota Malang menjadi salah satu contoh bahwa kreativitas dan kolaborasi dapat mengubah sebuah permukiman menjadi ruang yang menarik perhatian. Berada di bantaran Sungai Brantas, kawasan yang dahulu dikenal sebagai perkampungan kumuh tersebut kini justru menjadi salah satu tujuan wisata yang cukup dikenal di Kota Malang.

Transformasi Jodipan bermula dari sebuah ide sederhana yang datang dari mahasiswa. Delapan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam kelompok “Guys Pro Komunikasi UMM” mengangkat persoalan lingkungan di Kampung Jodipan sebagai bagian dari tugas praktikum Event Public Relations.

Ide Sederhana yang Membawa Perubahan

Di bawah bimbingan dosen Jamroji M.Comm., kelompok tersebut menggagas program pengecatan rumah warga. Ide itu kemudian mendapat dukungan dari PT Indana Paint melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp200 juta untuk program “Decofresh Warnai Jodipan”.

Pengecatan mulai dilakukan sekitar Mei 2016. Prosesnya melibatkan berbagai pihak, mulai dari warga, tukang, teknisi, mahasiswa, hingga komunitas mural. Sekitar 90 rumah kemudian disulap dengan warna-warna cerah yang membuat suasana kampung terlihat jauh lebih hidup.

Konsep warna-warni tersebut terinspirasi dari kawasan Kickstater di Rio de Janeiro, Brasil, serta Cinque Terre di Italia. Setelah pengecatan selesai, perubahan Jodipan mulai menarik perhatian masyarakat, terutama melalui media sosial. Foto-foto rumah dengan warna mencolok dan suasana kampung yang unik membuat nama Jodipan semakin dikenal.

Warna-Warni yang Membuka Peluang Ekonomi

Transformasi tersebut ternyata tidak hanya mengubah tampilan kampung. Meningkatnya jumlah pengunjung juga memberikan peluang baru bagi masyarakat sekitar. Warga mulai mengembangkan berbagai usaha, seperti menjual makanan, minuman, suvenir, hingga menyediakan jasa foto.

Dengan begitu, perubahan Jodipan tidak berhenti pada persoalan estetika. Kampung yang sebelumnya dipandang sebagai kawasan kumuh perlahan memiliki daya tarik wisata sekaligus membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakatnya.

Jembatan dan Lorong yang Jadi Spot Foto

Daya tarik Kampung Warna-Warni Jodipan semakin lengkap dengan berbagai sudut yang cocok untuk mengabadikan momen. Salah satunya adalah Jembatan Ngalam yang menghubungkan Kampung Jodipan dengan Kampung Tridi. Jembatan sepanjang sekitar 25 meter ini memiliki bagian tengah berbahan kaca dan berada sekitar delapan meter di atas Sungai Brantas.

Selain Jembatan Ngalam, pengunjung juga dapat menemukan lorong payung yang dihiasi deretan payung warna-warni. Ada pula lorong topeng dengan berbagai jenis topeng yang menjadi bagian dari karakter kampung. Tangga dan sudut rumah yang dicat beragam warna juga menjadi latar foto yang menarik.

Karena sebagian besar kawasan perlu dijelajahi dengan berjalan kaki dan memiliki cukup banyak anak tangga, pengunjung sebaiknya menggunakan alas kaki yang nyaman agar lebih leluasa menikmati suasana kampung.

Informasi untuk Pengunjung

Kampung Warna-Warni Jodipan berada di Jl. Ir. H. Juanda No. RT 7, RT 09/RW 02, Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Tempat wisata ini buka setiap hari pukul 07.00–17.00 WIB dengan tiket masuk Rp5.000.

Fasilitas yang tersedia antara lain lahan parkir, musala, toilet umum, dan tempat berteduh. Pengunjung juga dapat menemukan berbagai makanan dan minuman yang dijual oleh warga sekitar.

Kampung Warna-Warni Jodipan pada akhirnya menjadi gambaran bahwa sebuah perubahan dapat dimulai dari ide sederhana. Warna-warni yang menghiasi rumah warga bukan hanya mempercantik kawasan, tetapi juga menjadi pintu bagi Jodipan untuk tumbuh sebagai destinasi wisata sekaligus ruang ekonomi baru bagi masyarakat.

Share This Article