Destinasiindonesia.com – Berwisata ke Banyuwangi rasanya selalu menghadirkan pengalaman yang berbeda. Di balik deretan pantai eksotis dan gunung yang megah, daerah ini menyimpan satu destinasi alam yang menghadirkan ketenangan sekaligus kekaguman visual: De Djawatan Forest. Tempat ini dikenal sebagai hutan wisata yang menyuguhkan barisan pohon trembesi raksasa dengan cabang-cabang menjulur panjang, membentuk lorong alami menyerupai gua hijau yang memesona.
Begitu kaki melangkah memasuki kawasan hutan, suasana langsung berubah. Cahaya matahari yang menembus celah dedaunan menciptakan bayang-bayang artistik di tanah. Udara terasa lebih sejuk, lembap, dan bersih. Suara serangga yang bersembunyi di balik rimbunnya pepohonan terdengar bersahut-sahutan, menghadirkan simfoni alam yang menenangkan pikiran. Tidak berlebihan jika banyak wisatawan menyebut De Djawatan Forest sebagai tempat yang “magis”, seolah membawa pengunjung masuk ke dunia dongeng.
Keindahan inilah yang membuat De Djawatan Forest menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Banyuwangi. Tak hanya wisatawan lokal, turis mancanegara pun kerap menyempatkan diri singgah untuk merasakan atmosfer hutan trembesi yang unik dan jarang ditemukan di tempat lain.
Lanskap Alam yang Menjadi Daya Tarik Utama
Daya tarik utama De Djawatan Forest terletak pada lanskap alaminya yang masih terjaga. Pepohonan trembesi tumbuh rapat, tinggi, dan kokoh, menciptakan kanopi alami yang melindungi area hutan dari terik matahari. Warna hijau dedaunan yang mendominasi kawasan ini memberikan efek visual yang menyegarkan mata dan menenangkan batin.
Hutan ini bukan sekadar ruang terbuka hijau, melainkan sebuah ekosistem yang menyatu dengan aktivitas wisata. Pengelola kawasan berupaya menjaga keseimbangan antara pelestarian alam dan kebutuhan rekreasi, sehingga pengunjung tetap dapat menikmati fasilitas tanpa merusak keaslian hutan.
Tak heran, De Djawatan Forest kerap menjadi lokasi favorit untuk fotografi alam, prewedding, hingga konten media sosial. Setiap sudut hutan seakan menawarkan latar yang berbeda, mulai dari lorong pepohonan yang dramatis hingga hamparan tanah lapang dengan cahaya matahari yang lembut.
Pohon Trembesi Raksasa, Ikon De Djawatan
Salah satu daya tarik paling ikonik dari De Djawatan Forest adalah keberadaan pohon trembesi raksasa yang mendominasi hampir seluruh area hutan. Dikutip dari perhutani.co.id, terdapat sekitar 805 pohon trembesi yang berusia antara 100 hingga 150 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa hutan ini bukanlah kawasan buatan, melainkan warisan alam yang telah tumbuh dan berkembang selama lebih dari satu abad.
Rata-rata pohon trembesi di De Djawatan memiliki keliling batang sekitar 400 hingga 500 sentimeter, dengan diameter mencapai 1,5 hingga 2 meter. Ukurannya yang masif membuat siapa pun yang berdiri di bawahnya merasa kecil dan takzim. Cabang-cabang besar yang menjulur ke segala arah menciptakan struktur alami yang menyerupai kubah atau lorong hijau.
Banyak pengunjung menyamakan suasana hutan ini dengan latar hutan di film legendaris “The Lord of The Rings”. Kesan epik dan misterius terasa kuat, terutama saat pagi hari atau menjelang sore, ketika cahaya matahari menembus sela dedaunan dengan sudut yang dramatis.
Tiket Masuk Murah, Wisata Alam yang Ramah Kantong
Selain keindahan alamnya, De Djawatan Forest juga dikenal sebagai destinasi wisata yang ramah di kantong. Pengunjung hanya perlu membayar tiket masuk sebesar Rp6.000 per orang. Biaya parkir pun tergolong terjangkau, yakni Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp5.000 untuk mobil.
Dengan harga tiket yang relatif murah, pengunjung sudah bisa menikmati suasana hutan trembesi yang unik, bersantai di bawah pepohonan raksasa, hingga menjelajahi area hutan dengan berbagai aktivitas seru. Hal ini menjadikan De Djawatan Forest sebagai pilihan ideal untuk liburan keluarga, wisata bersama teman, maupun sekadar melepas penat di akhir pekan.
Fasilitas Lengkap di Tengah Hutan
Meski berada di kawasan hutan, De Djawatan Forest dilengkapi dengan fasilitas yang cukup lengkap. Pengelola menyediakan toilet umum, musala, gazebo untuk bersantai, hingga lapangan olahraga yang dapat digunakan pengunjung secara gratis.
Keberadaan fasilitas ini membuat pengunjung merasa nyaman dan betah berlama-lama di kawasan wisata. Gazebo-gazebo kayu yang tersebar di beberapa titik menjadi tempat favorit untuk beristirahat sambil menikmati udara segar dan pemandangan hijau di sekeliling.
Fasilitas yang memadai ini juga menunjukkan komitmen pengelola dalam menghadirkan wisata alam yang inklusif, ramah bagi semua kalangan, dan tetap menjaga kenyamanan tanpa mengorbankan keasrian lingkungan.
Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di De Djawatan
Tidak hanya menawarkan pemandangan alam, De Djawatan Forest juga menyediakan berbagai aktivitas seru yang bisa menambah pengalaman berwisata. Setiap wahana memiliki tarif tersendiri dan dapat dibayar langsung kepada petugas yang berjaga di lokasi.
1. Swafoto dengan Pemandangan Instagramable
Hampir setiap sudut De Djawatan Forest layak diabadikan. Perpaduan antara batang pohon trembesi yang tua, dedaunan hijau yang rimbun, serta langit biru menciptakan komposisi visual yang sangat fotogenik. Tak heran jika banyak pengunjung datang dengan kamera atau ponsel untuk berburu foto.
Spot-spot favorit biasanya berada di lorong pepohonan dengan cabang menjulur rendah, menciptakan kesan dramatis dan magis. Foto-foto dari De Djawatan Forest kerap menghiasi media sosial, menjadikannya salah satu destinasi paling instagramable di Banyuwangi.
2. Keliling Hutan Naik Kuda, Andong, atau ATV
Bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi berbeda, tersedia pilihan untuk berkeliling hutan menggunakan kuda, andong, atau ATV. Aktivitas ini memungkinkan wisatawan menjelajahi area hutan dengan cara yang lebih santai maupun penuh petualangan.
Menunggang kuda atau naik andong memberikan pengalaman klasik yang selaras dengan nuansa alam. Sementara itu, ATV menawarkan sensasi petualangan yang lebih dinamis, cocok bagi pengunjung yang ingin merasakan adrenalin ringan sambil menikmati keindahan hutan.
3. Kulineran di Tengah Hutan
Di beberapa titik dalam kawasan hutan, tersedia area duduk berupa kursi kayu panjang yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati hidangan. Terdapat pula kafe dalam hutan yang menyajikan berbagai pilihan makanan dan minuman, mulai dari camilan ringan hingga hidangan berat.
Menikmati makanan di tengah rimbunnya pepohonan trembesi menjadi pengalaman tersendiri. Suasana yang tenang dan udara sejuk membuat kegiatan kulineran terasa lebih istimewa dan berkesan.
Lokasi dan Akses Menuju De Djawatan Forest
De Djawatan Forest berlokasi di Purwosari, Benculuk, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Destinasi ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Jaraknya sekitar 33,1 kilometer dari Alun-Alun Kota Banyuwangi.
Untuk menuju ke lokasi, pengunjung dapat menggunakan peta digital atau mengikuti rute berikut:
Dari Alun-Alun Banyuwangi, ambil jalur di Jalan Jenderal Sudirman, lalu lurus melalui Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Adi Sucipto, Jalan Nasional III, Jalan Letjen S. Parman, Jalan Raya Jember, dan Jalan Raya Rogojampi. Selanjutnya, lurus melalui Jalan Jember–Banyuwangi, Benculuk–Rogojampi, Jalan Rogojampi, hingga Jalan Raya Mangir. Setelah itu, belok kanan melalui gapura wisata De Djawatan, lalu belok kanan kembali untuk sampai ke area parkir.
Akses jalan menuju De Djawatan Forest relatif baik dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Petunjuk arah juga cukup jelas, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir tersesat.
Destinasi Ideal untuk Liburan Akhir Pekan
Dengan kombinasi keindahan alam, fasilitas memadai, serta beragam aktivitas menarik, De Djawatan Forest menjadi destinasi wisata yang cocok untuk berbagai kalangan. Baik untuk liburan keluarga, perjalanan bersama teman, hingga wisata santai seorang diri, hutan trembesi ini menawarkan pengalaman yang menenangkan sekaligus mengesankan.
De Djawatan Forest bukan hanya tentang berfoto atau berjalan-jalan di hutan. Lebih dari itu, tempat ini menghadirkan ruang untuk kembali terhubung dengan alam, merasakan ketenangan, dan sejenak melupakan hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Jika Anda berencana menghabiskan akhir pekan di Banyuwangi, destinasi ini layak masuk dalam daftar kunjungan utama.