Aktivitas keberangkatan jemaah calon haji di Bandara Internasional Soekarno-Hatta masih terus berlangsung hingga pekan ketiga Mei 2026. Bandara terbesar di Indonesia tersebut dijadwalkan masih akan memberangkatkan ribuan jemaah menuju Tanah Suci melalui sejumlah kelompok terbang terakhir dari berbagai embarkasi.
Hingga 21 Mei 2026, tercatat masih ada 4.167 jemaah calon haji yang akan diberangkatkan ke Arab Saudi. Para jemaah tersebut tergabung dalam 10 kelompok terbang atau kloter terakhir yang berasal dari Embarkasi Banten, Jakarta-Pondok Gede, dan Jakarta-Bekasi.
Proses keberangkatan jemaah tahun ini kembali memanfaatkan layanan Makkah Route yang dinilai mampu mempercepat proses keimigrasian para calon haji sebelum tiba di Arab Saudi. Program ini menjadi salah satu layanan penting yang membantu memperlancar perjalanan ibadah haji masyarakat Indonesia.
Kepala Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika Perdhana, mengatakan pihaknya hingga saat ini telah melayani sekitar 30 ribu jemaah calon haji melalui fasilitas Makkah Route yang tersedia di Bandara Soekarno-Hatta.
“Kami terjadwalkan untuk menyelesaikan sekitar 35.285 jemaah dan saat ini masih tersisa 4.167 orang lagi,” ujarnya, Minggu 17 Mei 2026.
Menurut Galih, layanan Makkah Route dipusatkan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta dengan menyediakan 10 konter khusus. Di lokasi tersebut, proses pemeriksaan dokumen keimigrasian dilakukan langsung oleh petugas imigrasi Arab Saudi sebelum jemaah berangkat menuju Tanah Suci.
Keberadaan layanan ini membuat para jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi. Dengan demikian, proses kedatangan di bandara tujuan menjadi lebih cepat dan nyaman, terutama bagi jemaah lanjut usia.
“Saat ini baru sekitar 30 ribu-an jemaah yang telah menjalani clearance,” ujarnya.
Layanan Makkah Route sendiri menjadi bagian dari kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Arab Saudi dalam meningkatkan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji. Program ini dinilai sangat membantu mempercepat mobilitas jemaah setelah tiba di Bandara Jeddah maupun Madinah.
Galih menegaskan bahwa tujuan utama layanan tersebut adalah mempermudah perjalanan para jemaah sehingga mereka dapat langsung menuju hotel atau tempat tujuan setibanya di Arab Saudi tanpa antre panjang di pemeriksaan imigrasi.
Selain itu, keberadaan petugas khusus di area Makkah Route juga membantu jemaah yang membutuhkan pendampingan, terutama dalam proses pemeriksaan dokumen perjalanan dan visa.
Menurut Galih, sebanyak 43 petugas imigrasi Arab Saudi ditugaskan khusus untuk melayani pemeriksaan di layanan Makkah Route Bandara Soekarno-Hatta. Mereka bekerja bersama puluhan petugas dari Indonesia untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Tidak hanya itu, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta juga menyiagakan sekitar 40 petugas tambahan yang bertugas membantu jemaah sebelum memasuki area pemeriksaan Makkah Route.
Kehadiran petugas pendamping dinilai sangat penting mengingat jumlah jemaah yang diberangkatkan setiap harinya cukup besar. Banyak di antara jemaah merupakan lansia yang memerlukan bantuan dalam proses administrasi maupun pengarahan menuju area keberangkatan.
Bandara Soekarno-Hatta sendiri menjadi salah satu pusat keberangkatan haji terbesar di Indonesia. Tahun ini, bandara tersebut melayani keberangkatan jemaah yang berasal dari empat provinsi, yakni DKI Jakarta, Lampung, Banten, dan sebagian wilayah Jawa Barat.
Suasana keberangkatan di terminal haji terlihat ramai namun tetap tertata. Para jemaah tampak datang bersama keluarga yang mengantar keberangkatan mereka menuju Tanah Suci. Momen perpisahan penuh haru juga terlihat di sejumlah titik terminal sebelum jemaah memasuki area keberangkatan.
Di sisi lain, proses pemberangkatan jemaah dari embarkasi daerah juga masih terus berjalan. Embarkasi Banten misalnya, pada Minggu 17 Mei 2026 kembali memberangkatkan dua kelompok terbang menuju Arab Saudi.
Kepala Asrama Haji Cipondoh Banten, Ahmad Muafiq, mengatakan seluruh jemaah diterbangkan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan tujuan langsung menuju Jeddah.
“Setiap kloter terdiri dari 389 jemaah dan akan berangkat langsung menuju Jeddah,” ujarnya.
Tidak hanya Embarkasi Banten, pada hari yang sama Embarkasi Jakarta-Bekasi juga memberangkatkan dua kelompok terbang lainnya menggunakan maskapai Saudia Airlines.
Keberangkatan para jemaah berlangsung secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah. Seluruh proses dilakukan dengan pengawasan ketat guna memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan ibadah para calon haji.
Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 menjadi perhatian besar pemerintah mengingat tingginya jumlah jemaah Indonesia yang berangkat ke Tanah Suci. Berbagai fasilitas dan layanan terus ditingkatkan demi memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi seluruh jemaah.
Selain layanan imigrasi yang dipercepat, pemerintah juga terus melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan, petugas kesehatan, serta panitia penyelenggara haji agar seluruh proses berjalan optimal.
Bagi banyak masyarakat Indonesia, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang sangat dinantikan. Tidak sedikit jemaah yang telah menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
Karena itu, pelayanan yang baik sejak di tanah air menjadi hal penting untuk memberikan kenyamanan bagi para jemaah sebelum menjalankan rangkaian ibadah di Arab Saudi.
Dengan masih tersisanya ribuan jemaah yang akan diberangkatkan hingga 21 Mei 2026, aktivitas di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan masih akan terus ramai dalam beberapa hari ke depan. Seluruh pihak terkait pun diharapkan terus menjaga kelancaran pelayanan agar proses keberangkatan haji berjalan aman dan tertib hingga kloter terakhir diberangkatkan.