Destinasiindonesia.com |-Masyarakat kota Pekanbaru tentunya pasti mengenal tempat wisata kuliner yang satu ini yakni “Durian Runtuh” yang viral karena tempat ini merupakan surganya bagi pecinta durian diwilayah kota pekanbaru dan sekitarnya.
Nama Durian Runtuh memang sudah lama melekat di hati para penikmat durian. Setiap musim tiba, tempat ini hampir tak pernah sepi dari pengunjung yang ingin menikmati legit dan manisnya buah berduri tersebut. Namun kini, Durian Runtuh hadir dengan wajah baru yang lebih segar dan berbeda dari sebelumnya.
Beralamatkan di jalan Sudirman, Simpang Tiga Pekanbaru, Durian Runtuh kembali membuat gempar kota Pekanbaru dan sekitarnya, tempat wisata kuliner ini memberikan konsep yang berbeda dan cukup unik kali ini yakni “Kampung Melayu Durian Runtuh” yang telah di buka mulaiq Kamis (12/02/2026).
Konsep baru ini tidak hanya berfokus pada durian semata, tetapi juga menghadirkan pengalaman kuliner khas Melayu dalam suasana yang lebih tradisional dan hangat. Mengusung nuansa kampung dengan sentuhan budaya lokal, tempat ini ingin memberikan pengalaman bersantap yang lebih dari sekadar makan, melainkan juga merasakan atmosfer kebersamaan ala masyarakat Melayu.
Dengan memiliki konsep prasmanan, wisata kuliner Kampung Melayu Durian Runtuh menyediakan segala macam makanan khas melayu yang cukup unik dan tidak semua tempat makanan khas melayu yang memiliki menu yang disuguhkan oleh Kampung Melayu Durian Runtuh.
Sistem prasmanan memungkinkan pengunjung untuk memilih berbagai hidangan sesuai selera. Meja-meja panjang dipenuhi aneka lauk khas Melayu yang menggugah selera. Aroma santan, rempah, dan masakan tradisional langsung menyambut begitu pengunjung memasuki area makan.
Salah satu menu yang menjadi sorotan adalah olahan daging salai. Hidangan ini dikenal memiliki cita rasa gurih, sedikit asap, dan kaya rempah. Tak heran jika menu tersebut menjadi primadona di antara deretan sajian lainnya.
Herlino selaku owner dari Kampung Melayu Durian Runtuh menyampaikan bahwa menu andalan ditempatnya adalah Daging Salai Masak Lemak dan banyak menu-menu andalan lainnya yang mungkin tidak ada ditempat kuliner lainnya.
Menu Daging Salai Masak Lemak memang memiliki rasa khas yang kuat. Perpaduan santan kental dan rempah pilihan membuatnya terasa gurih sekaligus lembut di lidah. Selain itu, tersedia pula berbagai pilihan lauk seperti gulai ikan, ayam kampung, sambal khas Melayu, hingga aneka sayuran tradisional.
Menariknya, pembukaan Kampung Melayu Durian Runtuh bertepatan dengan momentum menjelang bulan suci Ramadhan. Hal ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang ingin mencari tempat berbuka puasa dengan suasana berbeda.
“Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, tentunya Kampung Melayu Durian Runtuh akan menyuguhkan menu-menu yang spesial dan best seller kepada para pengunjung yang hadir,” ungkap Herlino.
Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan pengelola dalam menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang berkesan. Menu spesial Ramadhan dipastikan akan menambah variasi hidangan, sehingga pengunjung memiliki lebih banyak pilihan saat berbuka.
Antusiasme masyarakat ternyata cukup tinggi. Bahkan di hari pertama pembukaan, minat untuk melakukan reservasi sudah terlihat signifikan.
Herlino juga menyampaikan, apabila pengunjung ingin berbuka puasa di Kampung Melayu Durian Runtuh, sebaiknta melakukan reservasi terlebih dahulu, karena banyaknya minat pengunjung dari warga kota Pekanbaru dan sekitarnya.
“Hari ini kita perdana buka saja, sudah ada pengunjung yang melakukan reservasi kepada Kampung Melayu Durian Runtuh untuk berbuka puasa di bulan suci Ramadhan,” ungkap Herlino.
Hal ini menjadi bukti bahwa Kampung Melayu Durian Runtuh bukan sekadar tempat makan biasa, melainkan destinasi kuliner yang sudah dinanti-nantikan. Konsep kampung yang diusung juga menciptakan suasana akrab dan nyaman, cocok untuk makan bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Meski menghadirkan konsep baru, identitas Durian Runtuh sebagai surga durian tetap dipertahankan. Pengunjung tetap dapat menikmati berbagai jenis durian, baik lokal maupun impor, dengan kualitas terbaik.
“Selama bulan suci Ramadhan, kami tetap menjual durian impor maupun durian lokal yang berkualitas, jadi bagi masyarakat kota pekanbaru dan sekitarnya yang hobi makan durian dan pecinta makanan khas melayu, bisa datang ke Kampung Melayu Durian Runtuh”, tutupnya.
Dengan demikian, Kampung Melayu Durian Runtuh berhasil memadukan dua daya tarik utama: kuliner khas Melayu dan sajian durian berkualitas. Kombinasi ini tentu menjadi nilai tambah yang tidak mudah ditemukan di tempat lain.
Kehadiran Kampung Melayu Durian Runtuh memperkaya pilihan destinasi wisata kuliner di Pekanbaru. Bagi pecinta makanan tradisional maupun penggemar durian, tempat ini layak masuk dalam daftar kunjungan. Selain menikmati hidangan lezat, pengunjung juga dapat merasakan suasana kampung yang hangat dan penuh nuansa budaya.
Di tengah berkembangnya tren kuliner modern, konsep yang mengangkat identitas lokal seperti ini menjadi angin segar. Kampung Melayu Durian Runtuh tidak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang sarat cita rasa dan kebersamaan.