Bandara Internasional Juanda kembali melayani keberangkatan jemaah haji Indonesia untuk gelombang kedua musim haji 2026. Pada Kamis (07/05/2026), suasana terminal keberangkatan terlihat ramai oleh ribuan calon jemaah yang bersiap menuju Tanah Suci. Momentum ini menjadi bagian penting dalam rangkaian pelayanan ibadah haji yang setiap tahunnya melibatkan koordinasi besar antara pihak bandara, maskapai, petugas haji, hingga instansi keamanan.
Keberangkatan gelombang kedua ini dilakukan menggunakan pesawat Saudia Airlines dengan tujuan langsung ke Jeddah, Arab Saudi. Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah, jemaah pada fase kedua nantinya akan lebih dahulu tiba di Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji.
Pada hari pertama pemberangkatan gelombang kedua, sebanyak lima kelompok terbang atau kloter diterbangkan melalui Bandara Juanda. Total terdapat sekitar 1.900 jemaah yang tergabung dalam kloter 57 hingga 61. Para jemaah tersebut berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, hingga Kediri.
Aktivitas keberangkatan sejak pagi hari berlangsung tertib dengan pengawalan petugas yang telah disiagakan di berbagai titik layanan. Para keluarga pengantar juga tampak memadati area bandara untuk melepas keberangkatan sanak saudara mereka menuju Tanah Suci. Momen haru dan doa bersama menjadi pemandangan yang mewarnai proses embarkasi tersebut.
General Manager Bandara Juanda, Muhammad Tohir, memastikan seluruh proses pelayanan pada hari pertama berjalan lancar. Menurutnya, koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional selama musim haji berlangsung.
“Koordinasi bersama stakeholder selalu kami jaga demi pelayanan terbaik,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan komitmen pihak bandara dalam memberikan pelayanan maksimal kepada para jemaah. Mengingat jumlah penumpang haji yang sangat besar, sinkronisasi antara petugas bandara, maskapai penerbangan, imigrasi, keamanan, hingga panitia penyelenggara ibadah haji menjadi hal yang sangat krusial.
Embarkasi gelombang kedua sendiri dijadwalkan berlangsung mulai 7 hingga 21 Mei 2026. Dalam periode tersebut, sebanyak 60 kloter akan diberangkatkan melalui Bandara Juanda menuju Arab Saudi. Jumlah ini menandakan tingginya aktivitas penerbangan haji yang harus ditangani bandara dalam waktu relatif singkat.
Untuk menunjang kenyamanan jemaah, Bandara Juanda telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. Beragam sarana umum dipastikan dalam kondisi optimal agar dapat digunakan dengan nyaman oleh para calon haji, terutama mereka yang menempuh perjalanan panjang menuju Arab Saudi.
Fasilitas yang disediakan meliputi toilet yang tersebar di sejumlah area, mushola untuk kebutuhan ibadah, elevator dan eskalator guna memudahkan mobilitas, travelator untuk mempercepat akses antararea terminal, hingga dispenser air minum yang dapat dimanfaatkan jemaah selama menunggu proses keberangkatan.
Tidak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan kepada para jemaah lanjut usia atau lansia. Kelompok lansia memang menjadi salah satu prioritas pelayanan selama musim haji karena membutuhkan bantuan lebih intensif dibanding jemaah lainnya. Oleh sebab itu, pihak bandara menyediakan kursi roda, akses lift khusus, serta pendampingan bagi jemaah yang memerlukan bantuan mobilitas.
Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak karena dinilai membantu memberikan rasa aman dan nyaman kepada jemaah usia lanjut. Kehadiran petugas pendamping juga membuat proses perpindahan dari area tunggu menuju pesawat menjadi lebih tertata dan efisien.
Selain fasilitas fisik, layanan keimigrasian juga menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan embarkasi tahun ini. Bandara Juanda kembali menghadirkan layanan Makkah Route, sebuah sistem pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi yang dilakukan langsung di Indonesia sebelum jemaah berangkat.
Melalui layanan tersebut, proses pemeriksaan dokumen imigrasi dilakukan lebih awal sehingga saat tiba di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi menjalani antrean panjang pemeriksaan keimigrasian. Hal ini tentu membantu mengurangi kelelahan para jemaah setelah menempuh penerbangan jarak jauh.
Proses pemeriksaan keamanan pun diperketat demi memastikan seluruh penerbangan berjalan aman dan tertib. Pemeriksaan keamanan serta imigrasi sudah dilakukan sejak para jemaah berada di Asrama Haji Sukolilo sebelum diberangkatkan menuju bandara.
Petugas aviation security atau avsec dilengkapi dengan berbagai perangkat pemeriksaan modern seperti WTMD (Walk Through Metal Detector), HHMD (Hand Held Metal Detector), serta mesin x-ray untuk memeriksa barang bawaan jemaah. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh namun tetap mengedepankan kenyamanan para calon haji.
Sebelumnya, Bandara Juanda juga berhasil menyelesaikan proses embarkasi gelombang pertama dengan catatan yang cukup positif. Sebanyak 21.246 jemaah yang tergabung dalam 56 kloter telah diberangkatkan menuju Madinah dengan tingkat ketepatan waktu mencapai seratus persen.
Keberhasilan tersebut menjadi modal penting bagi pihak bandara dalam melanjutkan pelayanan pada fase kedua. Pengalaman selama gelombang pertama membuat sistem pelayanan semakin matang dan siap menghadapi peningkatan aktivitas penerbangan haji berikutnya.
Di tengah padatnya operasional musim haji, pihak Bandara Juanda tetap menempatkan aspek keselamatan dan kenyamanan jemaah sebagai prioritas utama. Seluruh petugas di lapangan diinstruksikan untuk memberikan pelayanan yang humanis sekaligus profesional agar para jemaah dapat berangkat dengan tenang.
Muhammad Tohir kembali menegaskan pentingnya dukungan seluruh pihak demi kelancaran operasional penerbangan haji tahun ini.
“Mohon doa masyarakat agar pelayanan penerbangan haji berjalan baik,” ujarnya.
Dengan persiapan fasilitas yang semakin lengkap, dukungan teknologi layanan imigrasi modern, serta koordinasi antarlembaga yang terus diperkuat, Bandara Juanda optimistis mampu memberikan pelayanan terbaik bagi ribuan jemaah haji Indonesia. Harapannya, seluruh proses keberangkatan hingga kepulangan nanti dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga para jemaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan nyaman.