Nelayan tradisional di kawasan Kalibaru, Cilincing, dan Marunda, Jakarta Utara, kembali menyuarakan kebutuhan mendesak terkait fasilitas penunjang aktivitas melaut. Mereka meminta pemerintah segera membangun pelabuhan nelayan terintegrasi yang dilengkapi fasilitas pendingin ikan atau cold storage guna mendukung produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Permintaan tersebut muncul di tengah kondisi pesisir utara Jakarta yang terus mengalami perubahan akibat pembangunan berbagai proyek infrastruktur. Nelayan menilai pembangunan kawasan pesisir semakin mempersempit area tangkap tradisional sehingga mereka harus melaut lebih jauh untuk mendapatkan hasil ikan yang memadai.
Situasi ini secara langsung berdampak pada meningkatnya biaya operasional nelayan, terutama kebutuhan bahan bakar. Tidak sedikit nelayan yang kini harus mengeluarkan biaya lebih besar hanya untuk mencapai wilayah tangkap yang masih produktif.
Penasihat Paguyuban Nelayan Cilincing, Muhamad Tahir, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, terhadap nasib nelayan kecil di Indonesia.
“Tapi kami sangat mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap nelayan kecil. Termasuk rencana bantuan cold storage untuk mendukung sektor perikanan,” kata Muhamad Tahir saat ditemui, Jumat, 22 Mei 2026.
Menurut Tahir, keberadaan fasilitas cold storage memiliki manfaat besar bagi nelayan tradisional. Fasilitas tersebut mampu menjaga kualitas ikan tetap segar lebih lama sehingga harga jual hasil tangkapan dapat meningkat di pasaran.
Dalam aktivitas perikanan, kualitas hasil tangkapan sangat menentukan nilai ekonomi yang diterima nelayan. Ikan yang tetap segar memiliki harga lebih tinggi dibanding hasil tangkapan yang mengalami penurunan kualitas akibat keterbatasan fasilitas penyimpanan.
“Jika wilayah nelayannya sudah ada pelabuhan khusus nelayan tradisional, tentu sangat membantu jika diberikan bantuan cold storage. Karena akan menambah nilai ekonomi hasil tangkapan nelayan, ikan tetap segar dan fresh,” katanya.
Namun demikian, Tahir menilai pembangunan cold storage tidak akan berjalan maksimal apabila tidak dibarengi pembangunan pelabuhan nelayan yang terintegrasi. Menurutnya, fasilitas pendingin harus berada dekat dengan lokasi tambat kapal dan tempat bongkar muat ikan agar distribusi hasil tangkapan berjalan lebih efisien.
“Karena lokasi cold storage harus berdampingan dengan tempat bongkar ikan dan tambat labuh,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini kawasan Kalibaru, Cilincing, dan Marunda belum memiliki fasilitas cold storage yang benar-benar terhubung dengan pelabuhan nelayan tradisional. Padahal, wilayah tersebut sudah lama dikenal sebagai pusat aktivitas nelayan kecil di Jakarta Utara.
Tahir mengungkapkan bahwa sebelumnya pernah tersedia fasilitas pendingin ikan di kawasan tersebut. Namun, pengelolaannya dianggap kurang optimal karena tidak didukung sistem pelabuhan yang terintegrasi.
“Dulu pernah ada cold storage. Tapi karena tempat tambat labuh dan bongkar ikannya tidak terintegrasi akhirnya pengelolaannya kurang maksimal,” katanya.
Selain masalah fasilitas, nelayan juga mengeluhkan dampak pembangunan besar di kawasan pesisir utara Jakarta. Sejumlah proyek seperti pembangunan tol laut hingga pengembangan kawasan industri batu bara disebut telah mengambil sebagian wilayah tangkap tradisional para nelayan.
Akibat kondisi tersebut, nelayan kini harus berlayar lebih jauh ke tengah laut untuk mencari ikan. Hal ini tidak hanya menambah waktu melaut, tetapi juga meningkatkan kebutuhan bahan bakar yang menjadi salah satu biaya terbesar dalam aktivitas perikanan tradisional.
Di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu stabil, kenaikan biaya operasional menjadi beban berat bagi nelayan kecil. Banyak dari mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi konkret agar aktivitas melaut tetap berjalan dan penghasilan masyarakat pesisir tidak terus menurun.
Karena itu, nelayan menyampaikan beberapa tuntutan yang dianggap mendesak kepada pemerintah. Salah satunya adalah percepatan pembangunan pelabuhan nelayan KCM atau Kalibaru, Cilincing, Marunda yang terintegrasi dengan sentra ekonomi nelayan.
Selain itu, mereka juga meminta adanya peningkatan fasilitas dan alat tangkap agar nelayan mampu melaut lebih jauh dengan aman dan efisien. Jaminan ketersediaan BBM subsidi juga menjadi salah satu kebutuhan utama yang dinilai sangat penting untuk menjaga keberlangsungan usaha nelayan tradisional.
Dukungan terhadap pembangunan cold storage juga datang dari Anggota Komisi IV DPR RI, Usman Husin. Ia mendukung instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan gudang pendingin ikan dalam program Kampung Nelayan.
Menurut Usman, kebijakan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir di berbagai daerah Indonesia. Keberadaan fasilitas penyimpanan hasil laut dinilai dapat membantu nelayan memperoleh nilai jual yang lebih baik sekaligus memperkuat sektor perikanan nasional.
Meski demikian, politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa itu mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek strategis tersebut. Ia menilai pembangunan fasilitas harus dilakukan secara transparan agar tidak terjadi penyimpangan maupun salah sasaran.
“Kami berharap program ini segera dijalankan di seluruh pelosok Indonesia. Namun, kami juga meminta agar proses pembangunannya diawasi dengan ketat agar tidak terjadi penyimpangan,” kata Usman dalam keterangan persnya.
Pembangunan fasilitas perikanan yang terintegrasi memang menjadi kebutuhan penting bagi nelayan tradisional, terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta Utara yang terus mengalami tekanan pembangunan. Kehadiran pelabuhan khusus nelayan lengkap dengan cold storage diyakini dapat membantu meningkatkan efisiensi distribusi hasil tangkapan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat pesisir.
Di sisi lain, perhatian terhadap nelayan kecil juga dianggap penting untuk menjaga keberlanjutan sektor perikanan nasional. Sebab, nelayan tradisional masih menjadi salah satu tulang punggung penyedia hasil laut bagi masyarakat Indonesia.
Dengan adanya dukungan pemerintah pusat, DPR, dan berbagai pihak terkait, masyarakat nelayan berharap pembangunan pelabuhan terintegrasi dan cold storage dapat segera direalisasikan sehingga kesejahteraan nelayan tradisional di Jakarta Utara semakin meningkat di masa mendatang.