Bidik Pasar India, Indonesia Perkuat Promosi Pariwisata di OTM 2026 Mumbai

salwa
salwa 8 Min Read
dok.kemenpar.go.id

Destinasiindonesia.com – Perlahan namun pasti, peta pariwisata global terus bergeser mengikuti dinamika pasar dan perubahan perilaku wisatawan internasional. Dalam lanskap tersebut, India tampil sebagai salah satu pasar dengan pertumbuhan paling menjanjikan. Populasi besar, kelas menengah yang terus berkembang, serta budaya bepergian yang kian menguat menjadikan negara ini sasaran strategis bagi banyak destinasi dunia, termasuk Indonesia. Menyadari peluang tersebut, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kembali mengambil langkah proaktif dengan berpartisipasi dalam Outbound Travel Mart (OTM) 2026, pameran perdagangan pariwisata terbesar di India.

Keikutsertaan Kemenpar dalam OTM 2026 yang berlangsung pada 5–7 Februari 2026 di Jio World Convention Centre, Mumbai, bukan sekadar rutinitas promosi. Ajang ini menjadi panggung penting untuk memperkuat penetrasi pasar wisatawan India ke Indonesia, sekaligus menegaskan keseriusan pemerintah dalam membangun kerja sama jangka panjang dengan pelaku industri pariwisata India.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menjelaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam OTM 2026 dirancang secara strategis dan terukur. Dalam keterangannya pada Jumat (6/2/2026), ia menyampaikan bahwa Kemenpar menghadirkan total 30 pelaku industri pariwisata Indonesia. Komposisi peserta tersebut mencerminkan ekosistem pariwisata yang lengkap, mulai dari hulu hingga hilir.

“Tahun ini, kami menargetkan potensi transaksi sebesar Rp48 miliar dengan proyeksi sekitar 40 ribu wisatawan India,” ujar Made.

Angka tersebut menunjukkan optimisme yang realistis. Jika dibandingkan dengan OTM 2024, potensi transaksi yang berhasil dicatat saat itu mencapai sekitar Rp40,7 miliar. Target OTM 2026 yang lebih tinggi mencerminkan keyakinan bahwa pasar India masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas bagi pariwisata Indonesia.

OTM sendiri bukan pameran biasa. Ajang ini telah diakui sebagai Leading Travel Trade Show in India and Asia selama dua tahun berturut-turut melalui customised study yang dilakukan NielsenIQ atas penugasan Fairfest Media selaku penyelenggara. Pengakuan ini mempertegas posisi OTM sebagai platform yang efektif dalam mendorong kolaborasi bisnis lintas negara, memperluas jejaring industri, serta meningkatkan arus wisatawan outbound dari India.

Bagi Indonesia, OTM menjadi ruang strategis untuk menampilkan kekayaan destinasi, keragaman produk wisata, serta kesiapan industri dalam menyambut wisatawan India dengan karakteristik dan preferensi yang khas. Wisata spiritual, wellness, leisure, hingga MICE menjadi segmen yang terus tumbuh dan relevan dengan penawaran Indonesia.

Made menambahkan bahwa Kemenpar terakhir berpartisipasi dalam OTM pada 2024. Sementara itu, pada 2025, Indonesia mengikuti pameran SATTE dan ITB India. Rangkaian kehadiran tersebut menunjukkan konsistensi diplomasi pariwisata Indonesia di pasar India.

“Kami berharap target OTM 2026 dapat dicapai melalui penguatan promosi dan kolaborasi yang lebih erat dengan para pelaku industri pariwisata,” ujarnya.

Kehadiran Indonesia di OTM 2026 juga mendapat sorotan khusus dalam seremoni pembukaan. Pada Inauguration Ceremony hari pertama, Paviliun Indonesia menjadi salah satu area eksibisi yang dikunjungi para tamu utama dalam agenda VIP walk-around. Di antara tamu kehormatan tersebut hadir Menteri Pariwisata, Industri Kreatif dan Seni Pertunjukan Sarawak, Dato’ Sri Abdul Karim Rahman Hamzah, serta Menteri Pariwisata Mauritius, Christian Harold Richard Duval.

Kunjungan para tokoh penting tersebut tidak hanya memberikan eksposur tinggi bagi Paviliun Indonesia, tetapi juga memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang diperhitungkan di kawasan Asia dan global. Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai produk unggulan, mulai dari destinasi super prioritas hingga pengalaman wisata berbasis budaya dan alam.

Tak hanya itu, dalam OTM 2026 Kemenpar juga menerima penghargaan dari OA Globe DMC dalam ajang Tourism Excellence Awards – Celebrating Leaders Who Shape Destinations. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada badan pariwisata yang dinilai berperan signifikan dalam memperkuat kesadaran destinasi, mendukung pelaku industri perjalanan India, serta mendorong pertumbuhan pasar secara konsisten.

Upaya Indonesia dalam pengembangan pasar, kemitraan strategis, dan komitmen jangka panjang dinilai menonjol. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas strategi promosi yang berkelanjutan dan pendekatan kolaboratif yang selama ini dijalankan Kemenpar di pasar India.

Langkah Kemenpar di OTM 2026 sebenarnya merupakan bagian dari strategi yang lebih luas. Mengawali rangkaian kegiatan, Kemenpar terlebih dahulu menyelenggarakan Sales Mission di Chennai pada 3 Februari 2026. Pemilihan Chennai bukan tanpa alasan. Kota ini dikenal sebagai pusat komunitas profesional kelas menengah hingga atas, dengan tingkat literasi tinggi dan budaya bepergian yang kuat.

Chennai juga memiliki karakter pasar yang unik. Wisatawan dari wilayah ini dikenal aktif melakukan perjalanan internasional untuk berbagai tujuan, mulai dari leisure, spiritual tourism, wellness, hingga MICE. Dengan populasi lebih dari 11 juta jiwa di wilayah metropolitan dan daya beli yang terus meningkat, Chennai menjadi pasar strategis bagi industri pariwisata Indonesia.

“Dengan populasi lebih dari 11 juta jiwa di wilayah metropolitan dan daya beli masyarakat yang terus meningkat, Chennai menjadi pasar strategis bagi industri pariwisata Indonesia,” kata Made.

Tren kunjungan wisatawan India ke Indonesia turut memperkuat keyakinan tersebut. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara asal India mencapai 734.490. Angka ini meningkat 3,42 persen secara tahunan dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 710.688 kunjungan. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat wisatawan India terhadap Indonesia terus terjaga, bahkan cenderung meningkat.

Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Kementerian Pariwisata, Dedi Ahmad Kurnia, menegaskan bahwa pasar India semakin memainkan peran penting dalam pariwisata nasional.

“Dengan populasi sekitar 1,47 miliar jiwa, India merupakan pasar wisatawan mancanegara yang sangat potensial. Kehadiran Kemenpar di OTM 2026 diharapkan dapat memperkuat branding dan citra Wonderful Indonesia sebagai destinasi utama pilihan wisatawan India,” ujar Dedi.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa promosi pariwisata tidak hanya soal angka kunjungan, tetapi juga tentang membangun persepsi dan kedekatan emosional dengan pasar sasaran. Branding Wonderful Indonesia diharapkan mampu menjawab kebutuhan wisatawan India akan pengalaman yang autentik, beragam, dan berkualitas.

Kesuksesan rangkaian kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Penyelenggaraan Sales Mission di Chennai dan partisipasi Kemenpar dalam OTM 2026 didukung penuh oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) New Delhi serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Mumbai. Dukungan ini mencerminkan sinergi antarperwakilan pemerintah Indonesia dalam memperkuat promosi pariwisata nasional.

Kolaborasi lintas institusi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperluas peluang kerja sama dengan pelaku industri pariwisata India. Melalui pendekatan diplomasi pariwisata yang terpadu, Indonesia berupaya menempatkan diri tidak hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai mitra strategis jangka panjang bagi industri perjalanan India.

Ke depan, tantangan tentu masih ada. Persaingan antar destinasi semakin ketat, sementara preferensi wisatawan terus berubah. Namun, dengan strategi promosi yang adaptif, penguatan kemitraan, serta pemahaman mendalam terhadap karakter pasar, Indonesia memiliki modal kuat untuk terus meningkatkan daya saingnya.

Partisipasi Kemenpar dalam OTM 2026 menjadi bukti bahwa promosi pariwisata modern tidak lagi bersifat reaktif, melainkan dirancang secara strategis dan berkelanjutan. Dari Mumbai hingga Chennai, dari paviliun pameran hingga meja pertemuan bisnis, Indonesia terus menegaskan posisinya sebagai destinasi unggulan di mata wisatawan India—sebuah pasar besar yang kian penting dalam peta pariwisata global.

Share This Article